Ambisi Jabatan Berbalut Gerakan Moral KAMI

0
300
Presiden Berama Panglimka TNI, dan Kepala Staf TNI AD, AL, AU Saat memeriksa pasukan Tentara

Jakarta, NAWACITAPOST-Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia disingkat KAMI adalah gerakan politik. Disebut itu karena dalam organisasi tersebut anggota tidak memiliki kewenangan berbicara atas nama organisasi. Demikian pernyataan tegas aktivis 98 yang juga anggota Parlemen Senayan, Adian Napitupulu.

Bersiap-siap, Prabowo dan Nadiem Akan Terapkan Pendidikan Militer pada Mahasiswa

Bantahan pun dikemukakan Presidium KAMI Din Syamsuddin, bahwa koalisi ini gerakan moral. Kemudian deklarator ini dalam salah satu pernyataannya  menyinggung tentang kebangkitan komunisme, sehingga MPR perlu mewaspadainya.

Seperti dilansir detik.com, Gatot Nurmantyo yang didaulat juga menjadi Presidium KAMI menyinggung permasalahan biologis yang saat ini tengah terjadi di Indonesia, yakni pandemi COVID-19. Penanganan pemerintah terlihat menggampangkan, bahkan lebih fokus kepada kepentingan lain. Namun tetap saja organisasi ini kental aroma politiknya. Hal itu tidak bisa ditutupi.

Sedangkan mengenai isu komunisme, Wakil ketua DPR Azis Syamsuddin menegaskan legislatif selalu melibatkan akademisi, tokoh masyarakat dan elemen lainnya dalam pembuatan dan pembahasan Undang-Undang. Kami pun tegas menolak bangunnya Komunisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Presiden Jokowi Menghadiri Acara Halal Bihalal Aktivis 98

Soal covid 19 bantahan bernada keras disampaikan Ketua DPC Tangerang Selatan, Wanto Sugito yang mempertanyakan tentang para deklarator KAMI yang hadir tidak menerapkan protokal kesehatan. Ini contoh buruk yang diperlihatkan oleh mereka. Seharusnya mereka mengedukasi masyarakat tentang bahaya pandemi korona ini.

Pemerintah dalam penanganan covid sudah menerapkan standar dari WHO dan saat ini sudah mengarah kepada perbaikan. Vaksin pun rencananya sudah bisa diproduksi dalam jumlah banyak. Pemerintahan Jokowi pun optimis masyarakat bisa menggunakan vaksin pada awal 2021.

Ambisi serta agenda koalisi ini patut dicurigai. Haus dan lapar kekuasaan nampaknya sudah menghingapi hati dan jiwa mereka.makanya mereka ini butuh panggung. Namun panggungnya hanya bersuara dengan ‘nada sumbang’.

Koalisi ini bicaranya selalu berbalutkan moral. Ternyata Balutan itu topeng belaka. Terdeteksi malah terkuak sudah aksi sebenarnya. Baginya pemerintah melakukan yang benar saja bagi mereka salah. Apalagi jika Jokowi melakukan hal sebaliknya.

Sudah pasti menjadi bekal mereka untuk menjatuhkan Kakek dari Panembahan Al Nahyan Nasution Jokowi dengan mengajak MPR bersidang. Lagi –lagi tindakan mereka ini tak menarik masyarakat bergabung. DPR dan DPD pun sama.