Pengamat : Yang Banyak Bermasalah di Industri Keuangan Non Bank

0
240
Pengamat : Yang Banyak Bermasalah di Industri Keuangan Non Bank

Jakarta, NAWACITAPOST- Pengamat menilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu memperbaiki kinerjanya, terutama dalam hal pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan kinerja dari OJK di perbankan tidak banyak masalah.

“Kami sepakat kinerja dari OJK di perbankan. Yang banyak bermasalah itu di industri keuangan non bank dan untuk itu memang perlu percepatan penyelesaian persoalan-persoalan yang ada di sana,” ujar Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah, Jumat (24/7).

Baca Juga : Luhut dan Edhy Prabowo Bangun Tambak Udang 100 Ribu Hektare

Menurut Piter, lemahnya fungsi pengawasan tersebut bisa dilihat dari latar historis pembentukan OJK setelah krisis keuangan 2008.

Piter mengingatkan terbentuknya OJK diawali oleh krisis perbankan. Karenanya, sangat wajar jika yang paling cepat melakukan reformasi perbaikan di dalam sistem regulasi dan pengawasan itu ada di perbankan, bukan IKNB dan pasar modal.

“Sayangnya hal ini tidak kemudian dilakukan catch up dan OJK terlalu mengikuti perkembangan di perbankan. Lembaga keuangan non bank tidak cepat menyusul mengikuti,” imbuh Peter.

Piter menyebut, warisan masalah yang ada di lembaga keuangan non bank sangat banyak. Oleh karena itu, menurutnya, tidak adil jika hanya menyalahkan masalah IKNB sepenuhnya kepada OJK seperti yang terjadi pada kasus Jiwasraya.

Sebab, permasalahan Jiwasraya memang sudah terjadi jauh sebelum OJK terbentuk. Dalam satu persidangan kasus Jiwasraya, seorang saksi menyatakan bahwa perusahaan ini sudah mengalami insolvensi atau tidak mampu membayar kewajiban kepada pemegang polis sejak 2008.

Bahkan, menurut keterangan Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko permasalahan keuangan Jiwasraya sudah terjadi pada 2004. Kala itu insolvensi mencapai Rp2,76 triliun dan kian parah di tahun berikutnya, di mana pada 2006 laporan keuangan menunjukkan nilai ekuitas Jiwasraya sudah negatif Rp3,29 triliun

Masalah tersebut juga terkonfirmasi dengan keluarnya disclaimer dari BPK untuk laporan keuangan Jiwasraya 2006 dan 2007 yang menyatakan penyajian informasi cadangan Jiwasraya tidak dapat diyakini kebenarannya.

“Apa yang terjadi di lembaga keuangan non bank saat ini tidak bisa dilepaskan dari persoalan-persoalan masa lalu karena menyangkut banyak pihak dan keputusan keputusan yang sudah diambil di masa lalu,” jelasnya.