"Kita pengin berdayakan udang. Dari Pak Menteri KKP kita ada 100 ribu Ha lahan udang. Ada di Sulawesi, Jawa Pantai Selatan, Lampung, ada juga di Aceh Singkil," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (24/7/2020).
Saat ini, pemerintah sedang mencari lokasi yang tepat di beberapa wilayah tersebut untuk membangun tambak baru itu.
Baca Juga : Tjahjo Kumolo : Di Kemen PAN-RB Belum Ada Kasus Baru Positif Covid-19
"Ya sekarang lagi dilihat apakah di Sulawesi itu tempatnya di mana, di Jawa Selatan itu tempatnya di mana, sekitar Sukabumi mungkin. Kemudian di Lampung tempatnya di mana," jelas Luhut.
Pada tahun 2020 ini, pemerintah akan fokus untuk merealisasikan pembangunan tambak seluas 30 ribu Ha. Realisasi di tahun ini pun akan dipercepat demi memanfaatkan momentum permintaan udang yang tinggi.
"Sekarang permintaan udang tinggi, karena di India karena lockdown tidak ada produksi itu. Jadi momentum yang bagus. Jadi kalau kita bisa bikin 30 ribu Ha, 40 ribu Ha, atau 50 ribu Ha, tapi target pertama kita ini 30 ribu Ha," paparnya.
Selain ke India, menurut Luhut banyak negara lain yang memiliki angka kebutuhan udang yang tinggi, antara lain Amerika Serikat (AS), China, dan Jepang.
Untuk mewujudkan realisasi pembangunan dalam waktu cepat, pemerintah akan menyederhanakan administrasi perizinan yang dibutuhkan.
"Itu semua administrasi peraturannya kita sepakat membuat cepat. Cuma 3 izin kita buat. Tapi semua itu kita verifikasi bahwa itu tidak melanggar aturan. Misalnya AMDAL, itu mutlak. Terus izin IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah), izin air," imbuh Luhut.
Lebih lanjut, ia mengatakan tambak udang baru ini juga akan dibangun dengan memanfaatkan kawasan hutan bakau.
Luhut berharap, pembangunan tambak udang baru ini dapat menyerap ribuan tenaga kerja di Indonesia serta mendongkrak ekspor udang.