Jakarta, NAWACITA-Representasi perlawanan pihak Cendana-, Presiden RI ke 2, (alm) Soeharto terhadap Presiden RI Ke 7 karena dianggap bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta dekat dan disokong penuh oleh aktivis 98. Seperti diketahui aktivis 98 salah satu yang menumbangkan Soeharto. Bukan hanya tuntutan memberhentikan ayah dari Tomy Soeharto. aktivis ini juga menuntut supaya harta kekayaannya yang diduga didapat hasil korupsi juga dikembalikan ke negara. Disinilah awal kemarahan pihak Cendana dengan Jokowi. 'Peluru' Jokowi untuk merampas harta Cendana didukung penuh aktivis 98, hasilnya negara yang memberikan kuasa penuh kepada Presiden RI Jokowi untuk merebut kembali uang yang diselewengkan Yayasan Supersemar. Setelah hampir 11 tahun bertarung di pengadilan, perlahan uang negara yang diselewengkan ke perusahaan keluarga Cendana itu kembali. Yayasan Supersemar salah satu yang direbut dengan total Rp 185 milyar Rupiah dan 420 juta USD; Inilah aset-aset yang disimpan Cendana disita Negara;
1. PT Bank Duta USD 125 juta.
2. PT Bank Duta juga kembali diberi dana USD 19 juta.
3. PT Bank Duta kembali mendapat kucuran dana USD 275 juta.
4. Sempati Air sebesar Rp 13 miliar kurun 1989 hingga 1997.
5. Diberikan kepada PT Kiani Lestari sebesar Rp 150 miliar pada 13 November 1995.
6. Diberikan kepada PT Kalhold Utama, Essam Timber dan PT Tanjung Redep Hutan Tanaman Industri sebesar Rp 12 miliar pada 1982 hingga 1993.
7. Diberikan kepada kelompok usaha Kosgoro sebesar Rp 10 miliar pada 28 Desember 1993.
Sehingga, kemarahan cendana terhadap Jokowi terus dirongrong dengan mendirikan Partai Berkarya besutan Tomy Soeharto. Pihak Cendana diduga juga mendanai demo-demo yang menentang pemerintahan Presiden Jokowi. Seperti diakui mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan, menerangkan, dia memang telah melihat gambar skema pendana makar yang beredar di media sosial. Dari gambar itu diketahui orang yang menjadi sumber dana adalah Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.
Namun, hal itu buru-buru ditepis “Ya jangan dulu lah, kalau belum jelas ya jangan dispekulasi macam-macam." Namun menurut Iriawan, tak menutup kemungkinan informasi yang beredar di medsos itu benar, meski begitu harus diperlukan pembuktian terlebih dahulu, ucap Iriawan seperti dikutip jawapos, pada Desember 2016.
Hanya satu tujuannya supaya asetnya tidak disita Jokowi. Namun, Jokowi tak bisa dikompromikan atau dinegosiasikan. Bagi Kakek dari Jan Ethes ini, hasil korupsi harus disita untuk negara dan digunakan untuk kesejahteraan rakyat.
Editor: Ronaldy
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Kamis, 4 Juni 2026 | 13:44 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:00 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 18:24 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 14:06 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 12:23 WIB
Senin, 25 Mei 2026 | 22:01 WIB
Jumat, 22 Mei 2026 | 10:13 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 08:47 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:32 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:32 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:42 WIB
Rabu, 13 Mei 2026 | 09:55 WIB
Selasa, 12 Mei 2026 | 15:15 WIB
Senin, 11 Mei 2026 | 18:09 WIB
Senin, 11 Mei 2026 | 14:04 WIB
Selasa, 5 Mei 2026 | 15:31 WIB