Webinar PGK tentang C-19, Catatan Aktivis untuk Kebangsaan

1
226
Jakarta, NAWACITAPOST - Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) yang dinahkodai oleh H. Bursah Zarnubi, S.E, seorang Politisi, Aktivis Indonesia dan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi sejak 2006, menginisiasi sebuah webinar yang menghadirkan tokoh-tokoh aktivis lintas generasi
Webinar PGK tentang C-19, Catatan Aktivis untuk Kebangsaan (16/6/2020)

Jakarta, NAWACITAPOST – Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) yang dinahkodai oleh H. Bursah Zarnubi, S.E, seorang Politisi, Aktivis Indonesia dan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi sejak 2006, menginisiasi sebuah webinar yang menghadirkan tokoh-tokoh aktivis lintas generasi, seperti Bambang Soesatyo (Ketua MPR RI), Hariman Siregar (Aktivis Senior), Pramono Anung (Mensekneg), Maruarat Sirait (Aktivis Senior dan Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih), Masinton Pangaribuan (Anggota DPR RI), Syah Ganda Nainggolan (Aktivis Senior), Ichsan Loulembah (Pengamat Politik), Adian Napitupulu (Anggota DPR RI) dan beberapa tokoh muda/aktivis lainnya. (17/6/2020)

Dalam webinar bertema “Pandemi Covid-19 di Mata Aktivis Lintas Generasi, Sudut Pandang Kini dan Mendatang”, mencuatkan sebuah keprihatinan sebagai anak bangsa, terutama dalam melihat sebuah kegamangan yang diakibatkan pandemik C-19. Kegamangan yang dimaksud tidak hanya tertuju pada kondisi sosio-ekonomi yang sedang mendera akibat akses kepada sumber daya yang ada, tetapi juga terhadap sosio-politik berkaitan dengan kebijakan pemerintah dalam menunjukkan keberpihakan pada rakyat yang secara langsung terdampak akibat C-19.

Maruarar Sirait, Ketua Umum DPP TMP (Taruna Merah Putih) menegaskan bahwa momen saat ini sebagai kesempatan untuk membangun kepedulian terhadap sesama dan menggalakkan empati dalam bentuk gotong-royong. Selain itu, beliau juga dengan tegas mengingatkan bahwa situasi ini sebagai ujian kepemimpinan, terutama bagi Kepala-kepala Daerah dalam memberi perhatian dan mengawal proses kebijakan yang berpihak kepada wong cilik.

Maruarar yang juga sebagai Politisi Senior di PDI Perjuangan ini menghimbau kepada pemerintah untuk mengalokasikan dana yang cukup dalam melakukan riset dan penelitian untuk menciptakan vaksin. Hal ini juga diamini dan ditegaskan kembali oleh Masinton Pangaribuan dan Hariman Siregar yang mengatakan bahwa percuma kita berbicara panjang lebar tentang sudutpandang, jika kita belum mampu menemukan penangkal atau vaksinnya.

Baca Juga: Rocky Gerung Bantah Memiliki Akun Medsos

Hal yang senada juga disampaikan oleh aktivis muda Tweddy Ginting (Mantan Ketua Umum GMNI) yang melihat wajah kapitalisme dan resiko ketergantungan kepada pihak luar jika kita belum menemukan akar masalah kita sendiri, terutama dalam konteks vaksinasi atau serum yang selama ini, kita sepenuhnya berharap dari negara luar.

Bamsoet yang hadir dalam Webinar ini menjelaskan bahwa ada budget sekitar 677 Trilliun yang digelontorkan oleh pemerintah dalam menangani pandemik ini. Dana sebesar itu sebagai stimulus untuk stabilisasi ekonomi yang disalurkan dalam bentuk bansos, penguatan UMKM, perbankan, Kesehatan, Pendidikan dll. Sementara itu, Pramono Anung mewakili eksekutif mendorong pihak-pihak yang terkait dalam proses pendistribusian dana tersebut harus melalui prosedur yang tepat melalui kebijakan yang tepat pula. Maka dengan itu, dibutuhkan kontribusi para aktivis untuk terlibat aktif dalam mengawal kebijakan yang ada dan tidak sekedar menjadi penonton yang hanya sibuk mengkitisi tanpa solusi.

Syah Ganda Nainggolan dan Pengamat Politik Ichsan Loulembah, juga merasa ikut prihatin dengan situasi yang ada. Terutama mendengar kesaksian dari beberapa aktivis di daerah yang menceritakan adanya ketimpangan dalam proses distribusi atau alokasi dana tersebut di daerah-daerah. Para aktivis di daerah banyak melihat kenyataan bahwa jauh sebelum kebijakan new normal diberlakukan, banyak rakyat menjerit, tidak terkecuali guru-guru yang dituntut untuk mengajar secara online, tetapi disisi lain untuk makan saja susah apalagi beli paket internet, termasuk siswa-siswi.

“BLT untuk masyarakat perlu ada. Tetapi pemerintah harus memikirkan cara bagaimana distribusi ini bisa menjangkau yang membutuhkan tanpa terkecuali tanpa melalui prosedur ribet yang pada akhirnya memberi peluang untuk oknum tertentu dalam meraup keuntungan, terutama para agen besar di daerah-daerah yang mendapat kerjasama dari pemda untuk mensuplai bahan yang dibutuhkan. Pemerintah mestinya langsung mentranfer dana tersebut dengan skema langsung ke rekening setiap orang, agar terhindar dari ‘penyunatan’ dan sekaligus menggerakkan roda UMKM di daerah-daerah”, jelas Ichsan.

Bernard Ndruru, S.Fi., M.Psi (Wakil Ketua DPD TMP Sumatera Utara, Bidang Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar)

Secara terpisah, Bernard Ndruru yang juga Wakil Ketua DPD TMP Sumatera Utara yang turut ikut dalam Webinar tersebut mengatakan bahwa peran aktivis pada saat ini bukanlah sekedar show kepedulian dalam kata saja, tetapi harus mampu menjadi agent of change dan voice of voiceless bagi masyarakat sabagai akar kemajuan bangsa. Aktivis Muda yang menjadi Ketua Komunitas Nias Diaspora ini juga mengatakan, mungkin peran aktivis tidak terbatas pada sekedar membuat forum yang bergerak secara spontanitas di jalanan untuk menyuarakan aspirasi, tetapi juga secara elegan turut memberi kontribusi dalam bentuk pemikiran dan opini yang mencerdaskan, sehingga terhindar dari hoak dan mampu mencerdaskan masyarakat, kata Pemuda Nias yang juga rajin menulis opini tentang sosio-politik di kolom Kompasiana ini.

Dalam closing statement pada webinar ini, Wakil Ketua DPR dari Partai Gerindra mengajak semua aktivis muda untuk membangun kepekaan dan jeli melihat penyelewengan yang mengorbankan hajat hidup orang banyak. “Pemuda harus bergerak dan berani mengatakan kebenaran, saya ada bersama kalian”, katanya dengan tegas.

“Kesatuan aktivis diuji dalam kebersamaan yang tidak berdasar pada haluan politik yang secara praktis dalam bentuk pro atau oposisi. Tetapi kesatuan dan gerakan aktivis harus didasari ketulusan dan kecintaan bersama akan NKRI. Ini baru aktivis kebangsaan”, jelas Maruarar Sirait dalam closing statementnya, sambil menyampaikan bentuk dukungan gotong-royong, 100 juta untuk gerakan aktivis kebangsaan dari seluruh elemen yang ada. (adm)

1 KOMENTAR

Comments are closed.