Foto : Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP), Megawati sedang melakukan rapat melalui teleconference aplikasi jarak jauh

Jakarta, NAWACITAPOST – Riset pengembangan benih unggul dan kerjasama Perguruan Tinggi diprioritaskan. Hal itu ditekankan oleh Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP)  yang akrab dengan panggilan Megawati. Megawati menyampaikan dalam Rapat DPP secara khusus membahas Politik Pangan. Tak lain bersama dengan perwakilan Kepala Daerah PDIP. Melalui teleconference aplikasi komunikasi jarak jauh beberapa waktu lalu. Menegaskan bahwa pandemik Covid-19 membawa pelajaran berharga. Langkah Indonesia harus kedepankan semangat berdikari di bidang ekonomi. Termasuk di bidang kesehatan dan pangan.

Ketua Umum (Ketum) DPP PDI Perjuangan (PDIP) dalam teleconference

Menurut Megawati, politik berdaulat di bidang pangan dengan cara berdikari. Bisa melalui kebijakan hulu hilir. Dimulai dari penelitian, pengembangan benih unggul, sarana dan prasarana untuk peningkatan produksi, pengolahan hasil dan pemasaran. Disampaikan melalui Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP PDIP kepada media.

Foto : Aktivitas Kedaulatan Pangan PDI Perjuangan (PDIP)

Kemudian juga perhatian Megawati terhadap pertanian memang sangat besar. Memiliki koleksi umbi – umbian yang sangat lengkap. Ada pula buku – buku pertanian miliknya. Dia tercatat sebagai Presiden yang paling sering mengunjungi pusat penelitian Benih Padi Sukamndi, Jawa Barat (Jabar). Oleh karenanya, seluruh kepala daerah wajib mengedepankan politik pangan berdikari.  Sekaligus bisa berjuang bagi peningkatan kesejahteraan petani dalam pengertian luas. Sejak tanggal 28 Maret 2020 yang lalu, dirinya sudah menginstruksikan agar seluruh Kepala Daerah PDIP mencanangkan gerakan menanam tanaman. Tentu mengutamakan yang bisa dimakan. Seperti Sorgum, umbi -umbian, sagu, talas, sukun, jagung, porang, ketela dan lain sebagainya.

Foto : Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP)

Dalam teleconference , para Kepala Daerah PDIP juga berkomitmen untuk saling bekerja sama. Terutama melalui penelitian benih, kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian, peningkatan produksi dan pemasaran. Lalu turut berkomitmen untuk menghadirkan lumbung desa, badan usaha milik desa, pasar lelang komoditas dan menggerakkan rakyat di dalam gerakan menanam. Jawa Tengah ( Jateng) misalnya. Dari laporan Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jateng. Terjadi surplus beras dan bawang merah. Sementara daerah lain minus.

Baca juga :  Kakanwil Kumham Sumut Imam Suyudi Lantik 10 Jabatan Fungsional dan Ambil Sumpah PNS : "Jadilah ASN Profesional"
Foto : Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP), Megawati

Dilanjutkan Dosmar, Bupati Humbang Hasundutan juga melaporkan. Dua minggu lagi akan panen bawang putih seluas 100 Ha. Sementara, Maluku melalui Gubernur Maluku, Murad pun turut menyampaikan laporannya. Memerlukan bawang putih. Selanjutnya Prof. Nurdin Abdulah, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan kerjasama penelitian benih. Sedangkan Sugiyanto, Gubernur  Kalimantan Tengah (Kalteng) melaporkan tentang potensi lahan gambut untuk padi.

Foto : Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP), Megawati

Diuraikan Megawati lanjutnya. Kerjasama antar Kepala Daerah PDIP ditempatkan dalam mata rantai pemasaran. Yang mana daerah surplus atau lebih memasarkan ke daerah yang kurang atau minus. Inilah bentuk gotong royong antar Kepala Daerah PDIP. Seluruh instruksi Megawati berangkat dari suatu hal yang pernah disampaikan oleh Bung Karno. Persoalan pangan adalah “urusan hidup matinya sebuah bangsa”. Maka pengembangan penelitian di sektor pertanian harus dilakukan secara progresif. Tentu sebagai penopang dari hulu untuk mewujudkan kedaulatan di bidang pangan. ( Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

 

Comments are closed.