Mahasiswa yang Studi di Wuhan, Jalani Kuliah Online dari Indonesia

1
96
Jakarta, NAWACITA - Pemerintah telah memulangkan 238 WNI dari Wuhan, China, setelah menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna untuk mengantisipasi virus corona.
Mahasiswa yang Studi di Wuhan, Jalani Kuliah Online dari Indonesia

Jakarta, NAWACITA – Pemerintah telah memulangkan 238 WNI dari Wuhan, China, setelah menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna untuk mengantisipasi virus corona.

Pada Sabtu (15/2/2020), mereka dipulangkan dan saat ini telah kembali ke daerah asalnya.

Dari ratusan WNI itu, ada para mahasiswa yang menempuh pendidikan S-1 dan S-2 di Wuhan.

Dengan situasi yang ada saat ini, mereka terpaksa meninggalkan perkuliahan. Namun, sebagai penggantinya, mereka mendapatkan tugas dan menjalani perkuliahan secara online.

Baca Juga: “Propaganda Masker”, Menkes: Salah Sendiri kok Beli?

Di antara para mahasiswa itu, ada 4 orang mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya yang menempuh kuliah di Central China Normal University (CCNU) Wuhan.

Humas Unesa Vinda Maya Setianingrum mengatakan, empat orang ini kini menjalani perkuliahan secara online.

Sementara, ada pula 2 orang mahasiswa Unesa yang kini tinggal menyelesaikan skripsi untuk menuntaskan pendidikannya di CCNU Wuhan.

Mereka dari program studi yang sama yaitu Bahasa Mandarin untuk tingkat S-2.
Vinda mengatakan, seharusnya mereka masuk kembali menjalani perkuliahan pada 12 Februari 2020.

Akan tetapi, diberikan keringanan menjalani perkuliahan dan pengumpulan tugas secara online.

Setiap harinya, perkuliahan dimulai pukul 08.00 waktu Wuhan. Adapun, melansir CNN, Sabtu (16/2/2020), tak hanya bidang pendidikan yang menerapkan pembelajaran jarak jauh. Dunia bisnis juga menerapkan kebijakan yang sama.

Pihak berwenang mendesak bisnis untuk dibuka kembali dan karyawan di seluruh China mulai bekerja dari rumah.

Surat kabar pemerintah, China Daily, memberitakan, lebih dari separuh pekerja di Beijing berencana untuk mengikuti perintah bekerja dari rumah dan urung ke kantor.

Alibaba dan Microsoft, misalnya, staf mereka akan bekerja dari rumah selama satu hingga dua pekan ke depan dengan alasan masalah kesehatan dan keselamatan.

Pemerintah Singapura, Hong Kong, dan Makao juga telah memerintahkan pegawai negeri untuk bekerja dari rumah.Pegawai negeri sipil di Hong Kong telah bekerja dari rumah selama berminggu-minggu, sejak libur Tahun Baru Imlek berakhir pada akhir Januari 2020.

Comments are closed.