Jakarta, NAWACITA - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto merasa tidak heran dengan melambungnya harga masker di Indonesia. Ia menilai harga masker mengalami lonjakan karena diburu masyarakat setelah munculnya virus Corona.
"Propaganda Masker", Menkes: Salah Sendiri kok Beli?

Jakarta, NAWACITA – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto merasa tidak heran dengan melambungnya harga masker di Indonesia. Ia menilai harga masker mengalami lonjakan karena diburu masyarakat setelah munculnya virus Corona. Terawan pun justru menyalahkan orang-orang yang membeli masker. “Salahmu sendiri kok beli ya,” kata Terawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Terawan menilai orang yang sehat tidak perlu menggunakan masker untuk mengantisipasi virus. Harusnya, kata dia, masker hanya digunakan oleh orang yang sakit agar tak menularkan penyakitnya ke lingkungan sekitar.

Menurut saya, banyak prilaku orang itu lebih banyak dipengaruhi oleh propaganda dari luar dirinya. Hebatnya propaganda saat sekarang ini, dalam hal apapun, bahkan yang tidak rasional, terus dijejalkan kepada masyarakat. Dari semua saluran komunikasi terus berdatangan siang malam, tiada henti. Sampai terbentuk satu persepsi seperti tujuan propaganda. Dulu ISIS dipuja tanpa rasional. Bahkan demo 411 narasi ISIS dipakai untuk melawan pemerintah. Yang kini mendera sesal dan derita di kamp pengungsian ex ISIS itu karena propaganda. Itu contoh konkrit buruknya propaganda tanpa dicerna dengan akal waras.

Baca Juga: Usai Jalani Masa Karantina di Natuna, 65 Warga Jatim Siap Kembali ke Daerah

Semua tahu, virus corona itu menyebar di musin dingin di China dan memakan korban lebih banyak orang tua yang lemah daya tahannya. Jumlah korban viruscorona jauh lebih banyak dari korban virus demam berdarah di Indonesia. Penyebaran virus demam berdarah sangat massive dan efektif. Karena lewat gigitan nyamuk. Sementara virus corona tersebar lewat kontak langsung dengan penderita. Kalau anda menjauh dari penderita dan pederita ada di ruma sakit, kenapa anda yang baper pakai masker segala? Waspada perlu, caranya jaga kesehatan. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan makan bergizi dan bervitamin. Jaga kebersihan. Itu smart.

Baca juga :  Menko Perekonomian: Relaksasi PPnBM Geliatkan Industri Otomotif dan Ekonomi Nasional

China itu komunis. Namun ketakutan akan komunis dan Cina terus ditiupkan dari berbagai saluran media. Padahal China itu lebih kapitalis daripada AS. Orang tetap takut akan China dan membenci karenanya. Mereka tidak peduli bila benda benda modern yang mereka pakai itu buatan China. Rasional hilang, yang ada adalah masyarakat baperan. Komunis tidak perlu ditakuti, yang ditakuti adalah kemiskinan yang membuat anda jadi bego. Selagi anda cerdas dan engga bokek, paham komunis engga akan laku. Itu smart.

Kalau dasar kita bersikap karena propaganda, maka sebetulnya hidup kita sangat renta. Kita di drive oleh kepentingan orang lain. Nilai kita sebagai makhluk free will berkurang, dan kita hanya akan jadi bagian komunitas yang renta akan rasa kawatir berlebihan, dan kadang kalau euforia juga berlebihan. Akibatnya, ke atas tak bergantung, ke bumi tak berpijak, ke kanan tak beruang, dan ke kiri tak bersudut. Jadi manusia nothing. Seharusnya dalam situasi apapun kita itu something, punya nilai menjadi diri kita sendiri, terbang tinggi mencapai spiritual tertinggi namun membumi bagai induk ayam dalam menyelesaikan keseharian. Tanpa takut, tanpa kawatir namun tetap waspada secara cerdas.

Erizeli JB (Pecinta Kebijaksanaan)

Comments are closed.