Menkumham RI Prof. Yasonna bahas Omnibus Law bersama Dubes UE

3
213
Jakarta, NAWACITA – Menkumham RI, Prof. Yasonna H. Laoly mengadakan pertemuan dengan Duta Besar dari Negara-negara Uni Eropa (The European Union Ambassadors). Pertemuan ini dikemas dengan tema Working Lunch Meeting di Kantor Kementerian Hukum dan Ham. (14/1/2020).
Menkumham RI Prof. Yasonna bahas Percepatan Omnibus Law bersama Dubes UE

Jakarta, NAWACITA – Menkumham RI, Prof. Yasonna H. Laoly mengadakan pertemuan dengan Duta Besar dari Negara-negara Uni Eropa (The European Union Ambassadors). Pertemuan ini dikemas dengan tema Working Lunch Meeting di Kantor Kementerian Hukum dan Ham. (14/1/2020).

Pertemuan ini dihadiri oleh 18 (delapan belas) duta besar, diantaranya Kroasia, Finlandia, Romania, Austria, Bulgaria, Slovakia, Belanda, Italia, Jerman, Irlandia, Polandia, Hungaria, Spanyol, Chech dan Perancis. Dubes negara-negara Uni Eropah (EU), dipimpin oleh Dubes EU, H.E. Mr. Vincent Piket.

Baca Juga: Yasonna Laoly Targetkan Omnibus Law Januari 2020

Kegiatan yang didesain tidak terlalu formal namun serius ini berlangsung dengan baik dan penuh dengan suasana persaudaraan. Menkumham RI, Prof. Yasonna melakukan sharing bersama mengenai tema-tema dan berbagai isu yang menjadi perhatian publik akhir-akhir ini.

Ada beberapa tema yang didiskusikan dalam pertemuan tersebut, diantaranya adalah penjelasan tentang 2 (dua) Omnibus Law yang dalam waktu dekat diserahkan ke DPR-RI; RUU KUHP, Revisi UU KPK (UU no.: 19 Tahun 2019), Hak Asasi Manusia (human rights), Hak Kekayaan Intellektual (Paten), Mutual Legal Assistance and Extradition; Kerjasama Keimigrasian dan Capacity Building, jelas Prof. Yasonna.

Baca Juga: Jokowi Percepat Omnibus Law untuk Cipta Lapangan Kerja

Sementara para Dubes negara EU sebagaimana disampaiakn oleh H.E. Mr. Vincent Piket menaruh harapan besar kepada negara Indonesia agar Omnibus Law dapat diselesaikan. Tujuannga adalah agar business environment and Investment di Indonesia semakin baik, yang pada gilirannya menciptakan lapangan kerja yang besar.

Mereka juga menyampaikan beberapa masukan tentang Omnibus Law, beberapa isu tentang HAM, kepastian hukum, dan lain-lain.