Pecah Perang di Laut China Selatan, Indonesia Siap Tempur

0
491
Pasukan Khas Angkatan Udara Indonesia

Jakarta, NAWACITAPOST- Sepertinya kawasan Laut China Selatan (LCS) memiliki potensi kekayaan luar biasa. Tahun 2016 saja laut di kawasan ini perlintasan perdagangan internasional bernilai 76.000 triliun rupiah.

Baca Juga : Indonesia Siap Perang di Laut China Selatan

Cadangan minyak buminya sebesar  11 milyar barel serta gas alam  hingga 190 triliun kaki kubik. Bukan hanya itu, tahun 2035 diperkirakan 90 persen pengangkutan minyak bumi dari Timur Tengah menuju Asia akan melintasi LCS.

Disekitar kawasan LCS tersebut ada beberapa negara yang berkepentingan. Sebut saja; Tiongkok, Indonesia, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Singapura, Brunei Darusalam, Filipina. Ternyata Amerika pun tergiur dengan kekayaan yang ada di kawasan ini.

Untuk memantapkan langkah di kawasan tersebut, Presdien Amerika, Donald Trump tahun 2018 mematok anggaran militernya sebesar 10.000 triliun rupiah. Anggaran itu wajar. Sebab biaya latihan militer negara Paman Sam sebulan saja bersama Korea Selatan (Korsel) yang digelar setiap tahunnya menghabiskan dana 200 milyar rupiah. Itu sudah termasuk jumlah pasukan dari Amerika 17.500 dan 50.000 dari Korsel .

Tak mau kalah dengan Trump, Presiden Tiongkokj, Xi Jinping pun menetapkan anggaran militernya tahun 2020 sebesar 2.700 triliun rupiah. Biaya latihan milter negara Panda ini berkisar 75 milyar rupiah sebulan.

Dibandingkan dengan Trump, dan Xi Jinping. Presiden Indonesia, Jokowi menyebut anggaran militernya sebesar 129 triliun rupiah, dan Angkatan Udara porsinya cukup besar.  Wajar, karena luas wilayah Indonesia yang mencapai 2 Juta Km persegi, perlu melakukan patroli dengan pesawat  tempur canggih.

Akibat Perang

Terkait dengan situasi memanas di LCS. Masalah sepele bisa mengakibatkan perang terjadi. Bisa-bisa menyulut Perang Dunia Ketiga. Trump dan Xi Jinping nampaknya sudah siap melakukan konfrontasi yang 30 persen APBN Dunia ada di kawasan ini.

Situasi ini mau tidak  mau memaksa Indonesia terlibat dalam pusaran konflik di LCS. Perang adalah pilihan yang tak terelakan. Jika jalan damai menemui titik buntu. Suami dari Ivana Trump dan suami dari Peng Liyuan selalu menempatkan egonya masing-masing dan tak mau kalah.

Pemicu kecil sepertinya menimbulkan asap dan api yang membesar menjadi konlik berkepanjangan dan meletuslah perang.