Sebanyak 397 kasus baru ditemukan di China, sehingga jumlah total kasus virus corona saat ini menembus 76 ribu kasus di seluruh dunia. Jumlah kasus baru tersebut mengalami penurunan dari 900 kasus baru yang dilaporkan pada Jumat (21/2) lalu.
Dikutip dariĀ AFP, penurunan kasus ini terjadi setelah Pemerintah Provinsi Hubei, China, yang diduga menjadi wilayah pusat penyebaran virus, merevisi metode perhitungan dampak yang sempat diragukan oleh beberapa pihak. Keputusan untuk merevisi data tersebut telah diumumkan pemerintahan setempat pada Jumat (21/2) kemarin.
Baca Juga : Kepala Badan Karantina Pertanian : Ekspor Produk Pertanian RI Sehat
Sebelumnya pemerintah China pun pada Rabu (19/2) sempat mengubah jumlah kasus baru dari semula 394 menjadi 820 kasus.
Pekan lalu, Pejabat Kesehatan China menyebutkan pasien dari Hubei dapat terdiagnosa melalui metode klinis termasuk tes paru-paru. Dengan demikian, pada Kamis (20/2), Pejabat Hubei menarik sebanyak 279 kasus virus tersebut, namun kembali menambahkannya di hari berikutnya.
Selain di China, sorotan dunia saat ini mengarah pada Korea Selatan, yang pada Sabtu (22/2) mengonfirmasi 346 kasus positif.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel melaporkan bahwa dari keseluruhan kasus baru tersebut, 92 di antaranya berada di salah satu rumah sakit di Cheongdo.
Rumah sakit itu menampung sejumlah pasien kasus corona dari Gereja Yesus Shincheonji. Hingga kini, lebih dari 150 jemaat gereja Katolik tersebut mengidap virus corona.