Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Pilkada Jakarta 2017, selain kental aroma politik identitas, juga adanya tiga (3) calon kepala daerah. Syarat kemenangan sesuai UU pemilu, harus 50 persen plus satu.

Baca Juga : Ngeri!!! JK Siapkan Pasukan Khusus Demi Menangkan Anies Menjadi Presiden 2024 -2029

AHY, Anies, dan Ahok berlaga di Pilkada Jakarta itu. Putaran pertama, Ahok menang, urutan kedua Anies, AHY karena posisinya ketiga, maka terlempar dari putaran kedua.

Putaran kedua, kala di Pilkada Jakarta itulah yang digunakan Anies dan tim kampanyenya mengalahkan Ahok, dengan hembusan politik identitas. Hasilnya, Anies terpilih sebagai Gubernur Jakarta.

Kabarnya, rencana Pilpres untuk lebih dari dua calon, akan dimainkan Jusuf Kalla atau JK dan SBY. Belum lama berselang, JK bertandang ke rumah SBY di Cikeas, Bogor.

Kunjungan JK itu ingin membujuk Demokrat agar bergabung bersama Nasdem dan PKS. Capresnya sudah ada, Anies. Itu didasarkan pada hasil rakernas Nasdem, dan PKS pun menyetujui, sepertinya Demokrat akan memilih Anies, dengan syarat. AHY Cawapres.

Skenario 3 Capres ini rencananya akan dimainkan JK dan SBY, serta disetuji Surya Paloh (SP).

Jika alasannya asal menang capresnya, maka 3 poros harus terbentuk dan terlaksana. Yang penting bagi JK, SBY, dan SP, putaran pertama Anies tak harus ada diurutan kedua.

Diputaran kedua inilah, ketiga king maker akan membuat rencana yang mungkin akan mengulang taktik dan strategi kemenangan Pilkada Jakarta. Politik identitas akan digulirkan secara masif, bukan hanya di Jakarta, hampir di seluruh Indonesia.

Ketiga orang itu berharap ada 3 poros di Pilpres 2024. Anies dari Kubu Nasdem, PKS dan Demokrat. Prabowo Subianto bakal diusung Gerindra dan PKB.

Baca juga :  PKS Kritik Pembangunan Ibu Kota Baru Dengan Skema Investasi Asing

Sementara PDIP bisa mengusung Capresnya sendiri. Itulah yang diharapakan ketiga king marker tersebut.

Jika trik dari ketiga king marker, untuk membuat 3 poros Pilpres 2024, diketahui Mega, maka kemungkinanan PDIP akan merapat ke Prabowo.

Mega akan menang dua kali, Pertama dosa politik batu tulis terhapus, Kedua JK, SBY, dan SP semakin terpojok serta gigit jati.

Sementara, KIB yang terdiri PAN, PPP dan Golkar, walaupun telah membentuk koalisi, tetapi belum mengusung Capres.

Maka, peran LBP di KIB sangat dominan, kemungkinan KIB akan merapat ke Prabowo, sangat besar.