Kapolsek Parigi , Iptu IDGN/ist

Sulteng, NAWACITAPOST– Kapolsek Parigi , Iptu IDGN yan telah resmi dipecat secara tidak hormat setelah memperkosa anak tersangka akan mengajukan banding atas keputusan sidang etik yang dijalaninya.

 

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Suparatono mengatakan, dalam proses siding etik terdapat perbedaan pendapat antar pelanggar dan korban.

“Dari pelanggar akan mengajukan banding atas putusan yang didapatkan dalam siding,” katanya pada Sabtu (23/10/2021).

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/10/24/jokowi-ungkap-4-nama-calon-pimpinan-ibu-kota-negara-baru/

Menurut dia, IDGN dalam proses hukumnya didampingi oleh kuasa hukum dari Bidang Hukum.

“ya kita tunggu lah, nati kita lihat kapan dia akan mengajukan banding apakah saat ini, besok atau lusa,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi menjelaskan permintaan maaf terkait pelanggaran disiplin dan etik yang dilakukan oleh Kapolres Parigi.

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/daerah/2021/10/18/heboh-dijanjikan-sang-ayah-bebas-kapolsek-parigi-ajak-anak-tersangka-hubungan-intim/

Selain itu, Rudy itu menyebutkan hasil siding etik yang laksanakan adalah rekomendasi pemberhentian tidak hormat. Sedangkan dalam hal pidana, dia mengungkapkan, saat ini tengah dalam tahap penyidikan di bagian Dikrimum.

Seperti diketahui sebelumnya, publik kembali hebohkan dengan peristiwa seorang oknum polisi yang menjabat sebagai Kapolsek Parigi, Iptu IDGN yang diduga telah meniduri anak seorang tersangka yang di iming-iming kebebasan sang ayah.

Perempuan berinisial S yang baru berusia 20 tahun itu akhirnya membongkar peristiwa bejat tersebut. S mengaku dirayu berkali-kali oleh Iptu IDGN agar sang ayah yang ditahan di Polsek Parigi dapat dibebaskan.

“Dengan mama dia bilang, ‘Dek, kalau mau uang, nanti tidur dengan saya,” kata S kepada wartawan, Senin (18/10/2021).

Tetapi usai melayani nafsu birahi sang Kapolsek, ayahnya masih saja mendekam di tahanan. Bahkan Kapolsek kembali membujuk korban untuk melayaninnya.

Bukti rayuan Kapolsek itu tersimpan di telepon genggam korban, dan kini telah dijadikan bukti.

Baca juga :  Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian Kanwil Kemenkumham Riau, Terima Tahanan Baru Sebanyak 27 Orang

Menurut dia, hal itu dilakukan karena berharap bisa membantu ayahnya yang sedalam dalam proses hukum, dengan berat hati dirinya membiarkan sang Kapolsek melampiaskan nafsunya untuk kedua kalinya.

“akhirnya saya mau, sebab saya piker papaku mau keluar. Terus dia kasih uang ke saya. Dia bilang ini untuk mamamu, bukan untuk bayar kau,” ucapnya.

Namun, beberapa minggu kemudian dia ditawarkan lagi, dia dirayu, nanti dibantu sama Bapak kalau misalnya saya masu temani dia tidure,” uungkap S.

S awalnya tidak termakan oleh rayuan Iptu IDGN. S mengaku hampir 3 pekan Iptu IDGN terus membujuknya dengan janji ayahnya selaku tersangka akan dibebaskan.
Tangis ibunda S pun pecah ketika mendengar pengakuan buah hatinya di hadapan wartawan.

Sanga ibu tidak menyangka bahwa peristiwa bejat itu sudah dilakukan dua kali oleh Iptu IDGN kepada putrinya dengan janji kebebasan ayahnya.

Sementara itu Polda Sulteng tengah menanganin kasus tersebut. Kapolsek yang melakukan perbuatan biadab itu sudah dibebastugaskan.

 

BACA JUGA ; https://nawacitapost.com/news/2021/09/28/gebyar-akhir-tahun-nawacita-tv-gelar-kompetisi-berhadiah-jutaan-rupiah/