Jubir Demokrat KLB Deli Serdang : Kubu AHY Tebar Fitnah dan Berita Bohong

0
145
Muhammad Rahmad Jurubicara Partai Demokrat KLB Deli Serdang

Tanggapan Resmi Terhadap Rilis DPP Partai Demokrat Kubu AHY yang berjudul Moeldoko Bagi-Bagi Uang dan Ponsel Sebelum KLB Illegal Deli Serdang, Demokrat: Pengacara Penggugat Tidak Bisa Membantah.

Jakarta, NAWACITAPOST –  Kubu AHY telah menebarkan fitnah dan berita bohong dengan menyebut Moeldoko bagi-bagi uang dan ponsel sebelum KLB di Deli Serdang. Tuduhan itu diedarkan dalam rilis resmi kubu AHY  (15/10/2021) dan sudah dipublikasikan secara terbuka melalui media-media nasional. Demikian penjelasan press release yang diterima nawacitapost,com dari Muhammad Rahmad Jurubicara Partai Demokrat KLB Deli Serdang, Sabtu (16/10/2021).

Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah

Terkait pemberitaan tersebut, perlu kami tegaskan bahwa Pak Moeldoko tidak pernah membagi-bagi uang dan ponsel sebelum KLB Deli Serdang dan tidak ada satu fakta pun yang menunjukkan Pak Moeldoko membagi bagikan uang dan ponsel sebagaimana yang dituduhkan. Itu adalah karangan bebas, skenario sesat, yang dengan sengaja membuat fitnah dan berita bohong.

Simak berita lainnya di Youtube NAWACITA TV

KLB Partai Demokrat di Deli Serdang diselenggarakan oleh DPC, DPD dan kader-kader Partai Demokrat. Pak Moeldoko bukan penyelenggara, dan bukan pula donatur KLB Deli Serdang. Pak Moeldoko hanya diminta oleh peserta KLB untuk jadi Ketua Umum Partai Demokrat. Oleh sebab itu, kubu AHY telah memfitnah, telah menebarkan berita bohong dan telah mencemarkan nama baik seseorang yang bisa bermuara ke tindak pidana pencemaran nama baik.

Baca Juga : Keterangan Ahli di Sidang PTUN, Prof. Dr. Suparji, SH, MH : KLB Demokrat Deliserdang SAH, AD/ART Demokrat Tahun 2020 Batal Demi Hukum

Kami minta kubu AHY untuk segera mengklarifikasi pernyataan tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia, untuk tidak lagi menebarkan fitnah dan berita bohong.

Kami sangat menghargai perbedaan pendapat, menghormati proses demokrasi dan hukum, tetapi tidak boleh menebar fitnah, menebar berita bohong atau menyerang pribadi. Itu adalah perbuatan tidak terpuji, tidak terdidik, dan itu adalah langkah mundur dalam berdemokrasi.