Mencatut Nama Pak Yasonna : Ini Penjelasan Korban Penipuan

0
792
Wiradarma Harefa, S.H., M.H. , Kuasa Hukum Korban.

Jakarta, NAWACITAPOST – Sebelumnya Umardani ketika dihubungi Nawacitapost, Senin 6 September 2021 mengatakan, “ya dia (Sulaeman Daely) menjanjikan sehubungan proses PK (Peninjauan Kembali) di sebuah Desa Ciater, kawasan Tangsel – Pak Ahmad Bin Jaman,- dengan mengatakan punya relasi di MA, dia kenal dekat dengan Pak Yasonna Laoly. Dia minta uang sekian dan diberikan semuanya, hasilnya nol,” tegasnya.

Baca Juga : Terkait Nama Pak Yasonna Dicatut, Ini Penjelasan Sulaeman Daely 

Namun, apa yang disampaikan Sulaeman Daely, dijelaskan oleh Wiradarma Harefa biasa disapa Wira, bahwa “terkait apa yang disampaikan Pak Sulaeman, bahwa kenapa dikait-kaitkan  pak Menteri, ini kan tidak ujug-ujug datang, ini kan berdasarkan keterengan daripada klien saya, bahwa  kenapa dia begitu yakin menyerahkan uang begitu banyak, karena mereka membawa nama Pak Yasonna. Pak Yasonna kenal, dia (Pak Yasonna) bisa telepon ke Mahkamah Agung, kan kata mereka seperti itu,” tegas Wira Harefa ketika dihubungi nawacitapost,” Selasa (7/9/2021) malam.

“Sehingga korban ini semakin yakin menyerahkan uangnya, ini kan ada tujuh kwitansi, jadi bukan sekaligus, ada yang 150 juta, dan yang paling besar itu 1 miliar, ada kwitansinya. Dan hampir semua kwitansi itu ditanda tangan sama Pak Sulaeman, jelas Kuasa Hukum Umardani,” bebernya.

Soal pernyataan Sulaeman Daely tentang, “sebagai sesama orang Nias,”bahwa upaya perdamaian dilaksanakan sejak bulan Desember 2020, sampai dibuat laporan polisi oleh Korban bulan Juni 2021, dan hampir 3 bulan sejak dibuat LP tidak ada upaya yang sungguh sungguh dari para terlapor untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, pungkasnya.

Karena tidak ada upaya ke arah perdamaian itu,”maka Pak Umar menghubungi saya untuk menjadi Penasihat Hukumnya, jadi saya masuk sebagai kuasa hukumnya pak Umar, sekitar akhir April 2021 atau awal Mei 2021, tandas Wira.