Baca Juga : Nisma Hidin Paksa Nakes RSU Se Jakarta Ikut Pelatihan Tatap Muka, Akibatnya 3 Peserta Kena Covid-19
Apalagi pada situasi pandemi covid-19. Seperti Pergub Nomor 3 Tahun 2021,Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020, Tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019.
Aturannya jelas, melarang siapapun yang melakukan kegiatan tatap muka tanpa kecuali. Nampaknya hal itu tak berlaku buat Kepala Pusat Kepala Puslatkesda Jakarta Nisma Hidin.
Sebanyak 40 orang tenaga kesehatan (Nakes) se RSU Jakarta dipaksa ikut tatap muka acara kegiatan selama 12 hari sejak 4 Juni – 16 Juni 2021, Hotel Best Western Premier The Hive, Jatinegara, Jakarta Timur. Kabarnya, setiap peserta dapat uang 4,5 juta rupiah. Belum lagi biaya untuk sewa hotel, dan tentu dana-dana lainnya.
Dugannnya, ada dana tak wajar mengalir deras kepada Nisma dalam menghelat acara tersebut?
Tragis dan ironisnya, selain terjadi pelanggaran prokes. Ruang pertemuannya sempit dan tidak ada ventilasi, sangat tidak memenuhi syarat protokol kesehatan. Waktu pelaksanaan tersebut melebihi jam kerja yang normal (jam 8-jam 16.00 WIB) menambah beban kerentanan.
Dampak dari hal ini tentunya sangat berisiko sekali sama peserta dan berikutnya ke keluarga, masyarakat dan pasien. Akibatnya nakes yang ikut kabarnya 3 terkena covid-19.
Peristiwa itu, Anies tahu. Soal berani memberi sanksi kepada Kepala Puslatkesda Jakarta Nisma Hidin, Anies melakukannya sesuai aturan yang dibuatnya. Kabarnya, Nisma sampai saat ini tetap melaksanakn tugasnya. Tak diberi teguran apalagi sanksi berat oleh Anies karena telah melanggar prokes.
Padahal, jelas Anies berkoar di media. Siapa yang melanggar prokes akan diberi sanksi. Anehnya, anak buahnya membangkan di depan matanya, dibiarkan begitu saja. Jangan-jangan itu hanya lips service saja yang dimainkan Anies.
Bahkan, seorang Rocky Gerung dengan lantangnya berani berkata, jika Covid hilang atau lenyap, maka Jokowi turun, Anies jadi presiden. Bayangkan, Rocky yang berpendidikan tingi kerap mengatakan dungu, Anies yang hanya bisa bermain kata dan kinerja tak ada, menyanjung Anies setinggi langit.