Baca Juga : Viral Gomar Gultom dan Jacky Manuputty Dukung Novel Baswedan Tetap Di KPK, Netizen Minta Duet PGI Mundur
NAMUN, semakin viral dan menggangu para pemimpin Gereja (baca : Sinode). yaitu lebih dari ratusan sinode mempertanyakan sikap PGI yang dinakhodai Gomar, terkait penerimaannya penyidik KPK Novel yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) di kantor PGI.
Seharusnya, kata pemimpin gereja yang tak mau disebutkan namanyanya itu, Gomar cukup menerima saja, tanpa perlu mengeluarkan pernyataan yang seolah-olah mempertanyakan Presiden Jokowi untuk turun tangan.
Memang gereja harus menerima siapapun di luar keimanan dengan kita, tetapi bukan berarti mudah untuk didikte atau direcoki dan diganggu dengan ocehan yang tak jelas dan tak bermutu.
Orang yang sudah dipecat negara, karena tidak lulus TWK, jangan PGI menggiringnya untuk diterima atau dipekerjakan lagi. PGI sebagai lembaga keumatan jangan keluar dari pakem bidang lainnya, cukup mengurusi keumatan dan keagamaan saja. Jangan mau diadu domba apalagi sampai dipecah belah. Dan sepertinya, Novel efektif mengggangu PGI. Yaitu dengan semakin riuhnya pesan WA ke Gomar, terkait Novel di PGI.
Seharusnya, kalau Gomar mau mencari panggung politik. Saat sidang raya PGI di NTT, jangan mencalonkan sebagai Ketum, melainkan ikut Pileg 2019 atau Pilkada 2020. Sebab PGI bukan panggung untuk politik pencitraan, misal melalui kedatangan Novel (KPK), tetapi lembaga keumatan yang harus dijalaninya.
Terkait reputasi organisasi bergereja dan sebagai pendidik Keumatan, peran Gomar yang terbilang matang, diduga perlahan kian kandas dan memalukan langkah-langkah kebijakan yang nanti bakal diambil, pasca Novel datang di PGI.
Pertanyaannya, apakah surat PGI yang ada tanda tangannya Gomar dan Jack Manuputty sebagai Sekum masih perlu didengar dan dilaksanakan? Pasca Novel ke PGI.