Novel Baswedan Itu Makan Gaji dari Pemerintah di KPK

0
414
kanan ke kiri ; Denny Siregar dan Novel Baswedan. foto kolase

Jakarta, NAWACITAPOSTPenggiat Media Sosial Denny Siregar di acara TIMELINE dalam Chanel Youtube Cokro TV, Kamis 6 Mei 2021, menyatakan Tes Wawasan Kebangsaan yang dilakukan KPK, merupakan syarat alih status pegawai KPK menjadi ASN. Pesertanya dari pegawai KPK sebanyak 1400 orang lebih. 

Baca Juga : Denny Siregar : ASN Selain di KPK Terpapar Radikalisme, Pecat Saja 

YANG lulus dari tes itu sebanyak 1300 an, dan tidak lulus 75 orang termasuk Novel Baswedan. Jika dipresentasi kelulusannya 95 persen, yang tidak lulus 5 persen.

Karena Novel tak lulus tes, persoalan menjadi ramai, dan menyebut telah terjadi kriminalisasi KPK. Penyingkiran saudara sepupu Gubernur Anies Baswedan terus bergema dan menjadi pembahasan kelompok LSM pro Novel.

Bahkan ICW dengan garang menyatakan, tes itu sengaja dilakukan agar Novel tersingkir sebagai penydik di KPK. Kelompok itu menyebut upaya itu sudah lama diprogramkan dan terstruktur. Umpatan dan kekesalan itu diterima kelompok pro Novel, tanpa konfirmasi kepada  komisioner KPK.

Novel menjadi pegawai KPK selama 14 tahun, dan beberapa tahun lalu sudah mengundurkan diri atau mungkin dipecat pihak kepolisian sebagai polisi.  Sudah banyak korban pejabat termasuk para Menteri. Paling anyar, dua menteri; KKP (Edhy Prabowo) dan Sosial (Juliari Batubara) terjerat kasus korupsi, yang menangkapnya Novel.

Ada dugaan beredar Novel bisa menangkap dua menteri tersebut karena mendapat informasi dari mantan orang kuat negeri ini, tapi tetap saja bantahan dilakukan Novel.

Namun, untuk Gubernur Jakarta Anies Baswedan,  entah mengapa Novel tak mau mengusut dan menyelidiknya. Pdahal pemberitaan media sudah terang benderang diberitakan.

Mulai dari penyelenggaraan balap mobil Formula 3 di Monas yang tidak terselenggara,  ironisnya dana sudah dikeluarkan untuk hal tersebut.  Alasan pandemi Covid -19 menjadi senjatanya. Jika itu menjadi alasanya, seharusnya dana yang tidak terpakai itu dikembalikan lagi ke APBD Jakarta.

Bisa diduga Novel akan berkata belum ada bukti yang kuat, dan sederet alasan lainnya. Atau mungkin karena Gubernurnya  Anies Baswedan.

Hal lainnya, kita tahu bersama Novel itu bukan komisioner KPK. Menurut Denny hanya sebagai jongos KPK.  Parahya lagi, Novel tak tahu malu makan gaji dari pemerintah di KPK