Baca Juga : Munarman Pemberi Perintah Serangan Bom Teroris, Ditangkap Densus 88
PADAHAL, penangkapan Munarman salah satunya karena ada pengakuan tersangka yang ditangkap Tim Densus 88 AT pasca bom Makassar. Tetapi, Munarman masih saja menyangkal, bahkan lewat pengacaranya, tak mengenal tersangka tersebut.
Penghapusan jejak Munarman terus digencarkan. Lewat acara Mata Nazwa, Trans 7, yang dipandu jurnaslis senior Nazwa Shihab. Berkali-kali jawaban dengan tangan menunjuk kepada Nazwa, bahwa dirinya hanya menjadi pembicara seminar. Munarman sangat berharap panggungnya di acara Mata Nazwa, bisa men-delete, ternyata upaya itu malah menjadi bumerang baginya.
Mungkin, pihak Densus 88 AT mencermati acara tersebut, walaupun itu belum menjadi sahih sebagai dasar penangkapan mantan Ketua Umum YLBHI.
Tim Densus 88, Selasa 4 Mei 2020 di Makassar menangkap AT, MU, dan AS. Ketiganya adalah eks petinggi FPI. Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi E Zulpan, peran ketiganya belum bisa disampaikan.
Namun Zulpan menegaskan FPI terlibat dalam pembaiatan pelaku-pelaku teror bom bunuh diri. Akibatnya, banyak korban tak berdosa.
Lalum, dengan penangkapan petinggi eks FPI, Munarman masih menyangkal lagi? Jika ketiganya nanti menyatakan bahwa eks Sekum FPI hadir dalam pembaiatan.
Munarman boleh dibilang, orang yang selalu piawai memutar balikan fakta, dan juga cerdas untuk berkata tidak (bohong). Namun, sejumlah bukti sudah dibeberkan dan diungkapkan penyidik kepolisian. Kali ini, Munarman tak bisa mengelak lagi dan hukuman seumur hidup pantas diganjarnya.