Ade Armando : Munarman Memang Harus Ditangkap 

0
359
Ade Armando. foto tangkapan layar Chanel Youtube Cokro TV, Rabu (28/4/2021).

Jakarta, NAWACITAPOST –  Anekdot nyata di media sosial bermunculan terkait penangkapan eks Sekum FPI Munarman oleh Tim Densus 88. Sepuluh  persen senang Munarman ditangkap, dan sembilan puluh persen senang banget.  Kemudian, perkataan Munarman ketika ditangkap di rumahnya, ini melanggar hukum, saya harus didampingi pengacara, sampai  menyebut mana sandal kesayangannya yang mau dipakai, lalu ditampilkan kura-kura berjalan membawa sandal putih bertali hijau.

Baca Juga : Munarman Pemberi Perintah Serangan Bom Teroris, Ditangkap Densus 88

PENGGIAT media sosial yang kritis dan berani melawan kelompok-kelompok pemecah belah bangsa, Ade Armando. Menguraikannya dengan kata nyinyir dan biarkan saja sebanyak 4 kali.

Kalau ada yang mengatakan, nyinyir tentang penangkapan Munarman, biarkan saja. Fadli Zoon dan Reflin Harun mengatakan tak percaya, biarkan saja. Kenapa polisi menangkapnya dengan menutup mata, biarkan saja, terus kenapa tak diberi kesempatan memakai sandal biarkan saja, dan kenapa diberitakan begitu besar melalui berbagai media sosial dan tersebar luas, biarkan saja, ujarnya dalam Chanel Youtube Cokro TV, Rabu (28/4/2021).

Bagi Ade, Munarman memang layak dan pantas ditangkap. karena keterlibatan sebagai teroris, sekaligus pemberi perintah kepada teroris melakukan serangan.

Ade mengisahkan tentang Munarman, tahun 1995 masuk YLBHI, tahun 1997 sebagai Kepala operasional, dan 1999 -2000 bergabung dengan Kontras,  ditugaskan di Aceh. Rupanya bibit radikalisme  saat ditugaskan itu mulai tumbuh dan berbuah terus.

Kemudian menjadi Ketua Umum YLBHI, dan kawan-kawan di YLBHI mulai gelisah terkait bau radikalisme Munarman. Tidak mengakui Pancasila, Bhineka Tunggal Ika  tak lagi menjadi sandarannya, tidak menghormati bendera Merah – Putih.  Sampai hilang kesabaran petinggi dan kawan-kawan YLBHI, maka tahun 2006 Munarman diberhentikan sebagai Ketua Umum YLBHI.

Setelah tak dipakai YLBHI, dia bergabung dengan FPI. Karena kepintarannya menguasai hukum, Munarman dipercaya sebagai Jubir FPI. Ternyata Munarman juga bergabung dengan kelompok HTI yang radikal dan membenci pemerintah.

Aksi radikalisme dan mau menang sendiri, tampak ketika dalam sebuah diskusi di TV One melempar air  digelas kepada Doktor Sosiologi Thamrin Tamagola. Belum cukup sampai disitu dalam aksi di Monas, Munarman sebagai Pimpinan laskar FPI dan anak buahnya melukai kelompok massa Bhineka Tunggal yang melakukan aksi damai.

Kebohongan terus bertambah besar, menyebut 6 laskar FPI yang ditembak Polisi tak bersenjata, padahal Komnas HAM menyebut mereka itu melawan petugas dan bersenjata.

Ade pun menyoroti, ketika Rizieq Shihab berada di Arab Saudi selama 3,5 tahun karena melarikan diri. Munarman sebagai pengganti Rizieq, segala komando dan perintahnya harus melalui dia.

Aksi dan gerakan FPI dibawah Munarman bertambah liar dan selalu melakukan kekerasan. Orang Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang dipimpian Abu Bakar Ba’asyir  (ABB) dimasukan ke FPI. Maklum Munarman pernah menjadi pengacara ABB. Semakin kental dan kuat pemahaman dan aksi radikalismenya.

Jadi, tepat apa yang dikatakan  Pengamat Komunikasi Fisip UI, Ade Armando mengatakan bahwa Munarman memang harus ditangkap. Alasan kuatnya, karena kalau tidak ditangkap ratusan bahkan ribuan nyawa bisa melayang sia-sia oleh perintahnya.