Aktivis 98 Siap Bela dan Kawal Moeldoko

0
473
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko

Jakarta, NAWACITAPOST –  Saat lahirnya  Orde Reformasi  tahun 1998. Moeldoko masih berpangkat Letkol dengan jabatan Sespri Wakasad, LetJen TNI (AD) Soegiono.

Baca Juga : Kerusuhan Omnibus Law, Berujung KLB Demokrat?

ORDE REFORMASI identik dengan sebutan aktivis 98 hingga kini telah melahirkan 5 Presiden. Mulai (Alm) BJ Habibie, (Alm) Gus Dur, Megawati,  SBY dan kini Jokowi.  Aktivis Mahasiswa 1998, kini banyak namanya.Mulai Pena 98 (digawangi Adian Napitupulu), Barikade 98 (Benny Rhamdani), dan Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98  – (Abdul Salam Nur Ahmad).

Baca Juga : Hasil KLB Demokrat, Dipensiunkan : SBY Sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai dan AHY Ketua Umum 

 

Aktivis ini, mulai menunjukkan pengentalan suaranya mendukung Jokowi sebagai Capres.2014 dan 2019.  Menurut Adian alasan utama mendukung mantan Walikota Solo dan Mantan Gubernur Jakarta, karena Jokowi adalah kita. Tidak lahir dari orang kaya dan pejabat, begitulah Adian yang juga anggota Parlemen Senayan menuturkan .

Baca Juga : Hasil Pengkaderan SBY Di Demokrat : Tukang Santet, Baku Tikam Dan Koruptor

 

Kembali ke Moeldoko. Usai tak menjabat Panglima TNI, Jokowi melirik Moeldoko dengan diberi kepercayaan sebagai ketua Panitia sekaligus wakil keluarga  di pernikahan Kahiyang Ayu bersama  Bobby Nasution, November 2017. Tugas itu dilaksankan dengan baik tanpa tanpa cacat.

Kemudian, Jokowi mempercayakan ayah dari Randy Bimantoro Joanina Rachma sebagai Kepala Staf Presiden (KSP). Kabarnya, ruangan kerjanya pun berdekatan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara.

Artinya, Jokowi sudah dikawal oleh aktivis 98 diluar struktur pemerintahan, dan didalam struktur pemerintahan, dikawal suami dari Koesni Harningsih Boleh dibilang sebagai  jantung pertahanan Jokowi adalah Moeldoko.

Ketika  isu kudeta Demokrat yang dilontarkan SBY – AHY, Moeldoko tak membawa-bawa nama Jokowi.  Sampai akhirnya Jenderal yang setelah pensiun dari militer hobinya bertani, pelaksanaan KLB Demokrat Sibolangit, Sumut Jumat 5 Maret terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat.

Jadi jelas, mengapa Aktivis 98 membela  Moeldoko. Karena Moeldoko menjalankan tugasnya sebagai KSP dengan baik dan sesuai UU. Atau bisa dipastikan Moeldoko  yang berada di garis depan membela Jokowi dari kelompok-kelompok yang menyerang kakek dari Jan Ethes,  tanpa dasar dan alasan jelas. Termauk, ketika SBY – AHY menjadi bagian utama dalam Demo Omnibuslaw.

Kini Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat versi KLB. Aktivis 98 khususnya PPJNA) 98  mendukung langkah Moeldoko untuk dapat mengembalikan kejayaan Partai Demokrat secara beradab dan berdaulat.

Bahkan PPJNA 98 meminta Moeldoko untuk tetap sebagai KSP demi mengawal dan menjaga Presiden Jokowi.