Sekda Kabupaten Bogor Diperiksa Polda Jabar Terkait Kerumunan Riziq Shihab

0
100
Sekda Kabupaten Bogor Diperiksa Polda Jabar Terkait Kerumunan Riziq Shihab

NAWACITAPOST- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanuddin memenuhi panggilan Polda Jawa Barat, untuk memberi klasifikasi terkait acara pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menyebabkan kerumunan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Dia bersama sejumlah pejabat Kabupaten Bogor mendatangi Gedung Ditreskrimum Polda Jabar.

Burhan mengatakan pada Jumat (20/11). Pemeriksaan dirinya dan enam orang lainnya dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 20.00 WIB. Pemeriksaan sesi pertama digelar hingga pukul 11.30 WIB untuk shalat Jumat dan diselingi ishoma.

“Yang ditanyakan hanya sebatas klarifikasi dan laporan soal kegiatan kerumunan massa ketika ada acara Jumatan dan peletakan batu pertama di Megamendung (Markaz Syariah) itu,”ujarnya.

Baca Juga : Kini Giliran Wagub DKI Jakarta Riza Patria Dipanggil Polda Metro

Burhan mengaku, telah dicecar 50 pertanyaan oleh tim penyidik selama 10 jam lamanya. Sejumlah pertanyaan itu meliputi biodata, keterangan tugas dan fungsi Sekretariat Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor hingga seputar penyebab kerumunan di sepanjang jalur Puncak Bogor. Pertanyaan klarifikasi kejadian kerumunan pada saat itu, banyak hal yang tidak bisa dijawab karena waktu itu tidak di lapangan.

Selain itu, ia mengaku telah menyampaikan sejumlah keterangan terkait izin kegiatan Rizieq Syihab di Markaz Syariah FPI yang berada di Kampung Lembah Nendeut, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia memberi pengakuan bahwa Pemkab Bogor tidak pernah memberikan izin dan tidak ada laporan pemberitahuan pihak penyelenggara acara di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural tersebut.

“Yang jelas tidak ada, kami juga masih PSBB pra-AKB dan intinya karena ada aturan itu kami diminta untuk memperketat lagi karena Covid-19 belum berakhir ya, jadi memang untuk melawannya tidak hanya aparatur pemerintah tapi harus kompak dengan masyarakat,” lanjutnya.

Dia berharap keterangan yang sudah diberikan dapat menjadi acuan kepolisian untuk melakukan kajian lebih lanjut. Selain itu, ia mengimbau agar masyarakat bersama-sama belajar dari kasus ini supaya lebih taat aturan PSBB pra-AKB dan protokol Covid-19.