Setelah Dua Kapolda Dicopot, Anies Hari Ini Dipanggil Kepolisian

0
357
Yang dicopot Kapolri; Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Sufahriad, Anies hari ini dipanggil Kepolisian

Jakarta, NAWACITAPOST –Tibanya Habib Rizieq Shihab (HRS) di  Indonesia pada Rabu, 10 Nopember 2020. Serta gelaran pernikahan puterinya bernama Syarifah Najwa Shihab, Sabtu 14 Nopember 2020. Kedatangan dan gelaran acara tersebut membuat kerumunan yang amat banyak.

Baca Juga : Korban HRS Dua Kapolda Dicopot, Peluang Jadi Kapolri Sirna

AKIBATNYA Kapolri  mencpot petinggi kepolisian daerah. Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Sufahriadi.  Ditambah Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto, dan Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy dicopot juga. Karena daerah atau kawasan Petamburan tempat kediaman pribadi HRS serta Bogor tempat pondoknya HRS berceramah. Kerumunan pun terjadi. Ditambah membuat macet kawasan tersebut.

Setelah petinggi kepolisian dicopot. Kabarnya Polri hari ini, Selasa (17/11/2020)  akan memanggil pihak-pihak terkait. Termasuk Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Ketidakhadiran Anies sebagai saksi pernikahan puteri HRS. Keputusan terlambat  yang dibuat Anies.

Sebab, Anies pada Rabu malam (10/11/2020) menemui Rizieg di Petamburan. Bahkan massa yang bekerumun dan menyemut dibiarkan begitu saja. Anies hanya mengatakan  kepada media, HRS istirahat, tanpa memberi komentar tentang massa yang berkerumum dikediaman Rizieg.

Tak cukup sampai disitu. Cuci tangan pun dilakukan Anies. Melalui Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin seperti diberitakan media. Bahwa terkait pelanggaran PSBB dalam hal ini kerumunan dan tidak menggunakan masker massa di Petamburan. Front Pembela Islam (FPI) telah membayar denda 50 juta rupiah kepada Pemprov DKI Jakarta.

Anies pun katanya sudah menegur HRS soal kerumunan. Kata mantan Menteri Pendidikan dan kebudayaan, HRS tak menggubris.

Bahkan, sejumlah pihak menilai ada tebang pilih yang dilakukan Gubernur Jakarta kepada FPI. Kesannya HRS dan FPI ‘dianak emaskan’. Padahal, Anies begitu gencar melakukan denda materi dan sosial kepada warga yang melanggar. Sedangkan kepada massa FPI terkesan dibiarkan.

Terkait kerumunan yang dibiarkan kepalda daerah. Presiden Jokowi perintahkan Mendagri Tito untuk menegur secara keras.

Nampaknya, pemanggilan pihak kepolisian dan teguran keras Mendagri bakal diterima Anies. Tinggal langkah terakhir yang bisa diterima Anies. Jika, Parlemen Kebon Sirih melakukan pemanggilan kepadanya. Apakah  pemakzulan bakal diterima Anies.

Sepertinya, DPRD Jakarta. Tinggal menunggu hasil pemeriksaan kepolisian dan teguran keras Mendagri kepada Anies. Acuan ini nampaknya bakal dipakai Parlemen Kebon Sirih, apakah perlu menggelar sidang paripurna atau tidak?

Akibat ulah HRS, Anies diujung tanduk.