Refly Harun Dipakai Orde Baru Menyerang Jokowi

0
370
Gatot Nurmanty dan Refly Harun. Keduanya Dicopot jabatannya di tengah jalan

Jakarta, NAWACITAPOST- Pandangannya tentang hukum. Khususnya bidang Tata Negara tak perlu diragukan lagi. Masalah rumit terkait konstitusi atau berkonteks ke tata negaraan, bisa dijelaskan dan dicari solusinya dengan baik. Orang itu bernama Refly Harun. Staf ahli di Mahkamah Konstitusi dan Staf ahli bidang hukum Kantor Presiden pun pernah di sandangnya.

Politisi PDI Perjuangan : Gatot Nurmantyo Harus Lebih Cerdas Dalam Membuat Isu

Selain sebagai dosen tetap di Universitas Tarumanegara. Dua jabatan sebagai Komisaris Utama (Komut) di PT Jasa Marga dan PT Pelindo Utama 1 pernah di jabatnya. Namun, jabatan Komut PT Pelindo dicopot ditengah jalan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Rupanya pencopotan itu membekas dalam dirinya. Kepakaran dan kecerdasannya yang dulu dihormati berbagai kalangan mulai luntur. Kritisk cerdasnya saat ini hanya dipakai untuk menyerang Pemerintah. Bisa dimaklumi juga. Setelah satu kolega dan satu seniornya dalam bidang hukum yang sama meninggalkannya (tugas negara). Sebut saja Saldi Isra menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi, dan Mafud MD dipilih Presiden Jokowi sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM. Keduanya itu sudah Guru Besar dalam kajian Hukum Tata Negara. Namun, bukan itu yang menjadi kerisauan dan keprihatiannya.

Mungkin dalam pikiran dan benaknya. Kenapa bukan dirinya yang dipilih atau yang diusulkan.

Hal itu membuat dirinya melakukan perlawanan. Tentu melalui keahliannya. Namun, dipakainya untuk balas dendam. Segala cara pun dilakukan. Mulai mendengungkan  pemilihan presiden (Pilpres) tak perlu lagi ada syarat 20 persen suara di DPR Senayan. Syaratnya 0 persen. Bahkan mengusulkan tentang Pilpres di pilih melalui DPR saja.

Entah benar atau tidak. Dengungan itu sengaja diucapkannya ke khalayak. Setelah diyakinkan Gatot Nurmantyo (GN)  –  (baca: logistik menuju 2024 sudah ada) dan tinggal digunakan. Bukan rahasia umum lagi untuk menjadi calon presiden (Capres) harus punya modal lebih dari 5 triliun rupiah. Dan, mungkin Refly tahu Gatot punya logistik lebih dari itu.

Keyakinan dari Gatot yang gemar memunculkan isu komunisme bangkit, tapi tak pernah tebrukti itu. Semakin mendekatkan dan melengketkan dirinya dengan GN. Apalagi, sejak keduanya mendirikan Gerakan Politik KAMI. Gatot adalah panglima TNI yang dicopot Presiden Jokowi sebelum waktunya. Terkait pencopotan ini, Refly membela Gatot  habis-habisan.

Terbukti benar. Kepakaran seseorang itu akan memudar dan tak pernah dihormati. Atau lebih tepatnya menjadi bodoh. Ketika berkumpul dan berkerumun dengan para barisan sakit hati. KAMI, selain ada kelompok barisan itu, ada kelompok Keluarga Cendana dan Orde Baru. Dirinya saat ini tampil sebagai pembela mereka. Tentu dengan menyerang pemerintah melalui kepakaran yang tak pernah dikaji lagi. Solusinya, jelas bukan demi rakyat dan bangsa. Hanya mengatas namakan saja.

Tepatnya, Refli  ingin membuat lobang dan menggalinya. Mungkin lubang untuk pemerintah, tetapi yang terjadi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya.