Yasonna Menjawab, Jangan Sepelekan Minta Bangun Lapas

8
255
Foto : Menkumham, Prof. Yasonna H. Laoly, SH, MSc, PhD

Jakarta, NAWACITAPOST – Keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melalui Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Prof. Yasonna H. Laoly, SH, MSc, PhD merupakan situasi kondisi genting dan mendesak. Keputusan yang mendorong harus melakukan pembebasan narapidana (napi) dalam jumlah yang cukup besar. Yakni sekitar 30 ribuan dari anak binaan, asimilasi dan integrasi. Bukan tanpa alasan. Pasalnya memang sudah over kapasitas untuk lapas dan rutan. Tidak gampang juga Yasonna memberikan keputusan akhir demikian. Banyak pertimbangan yang menjadi acuan untuk memutuskan segala sesuatunya. Terlebih menyangkut napi.

Foto : Menkumham, Prof. Yasonna H. Laoly, SH, MSc, PhD

Rutan dan lapas yang sudah over kapasitas dinilai memiliki sisi positif. Walaupun memang berpotensi menimbulkan gejolak di ruang publik. Oleh karenanya, dilakukan pembebasan napi. Nilai plus pembebasan napi adalah bermanfaat mencegah penularan corona di kerumunan orang. Pasalnya memaksakan kuantitas diluar kapasitas yang semestinya. Membuat tidak ada ruang gerak untuk para napi bernapas. Justru apabila ada salah satu yang terkena virus, maka akan lebih cepat menyebar ke yang lain. Sangat rentan cepat menyebar.

Foto : Menkumham, Prof. Yasonna H. Laoly, SH, MSc, PhD

Banyak pertanyaan pula dilontarkan kepada Yasonna. Ada yang menyarankan untuk membangun atau merenovasi lapas dan rutan menjadi ukuran bangunan yang lebih besar kapasitasnya. Seperti dibagikan pada salah satu sosial media (sosmed). Yakni Youtube channel milik Mr. Kece berdurasi 2 menit. Mr. Kece menyampaikan ide bodohnya. Dikatakan sebelumnya Yasonna sempat menyampaikan penjara sempit, kecil dan kapasitasnya tidak memadai. Kemudian di ruangan yang semestinya untuk 1 orang menjadi 7 orang berkumpul. Ditambah cibiran lapas koruptor ya lapas mewah.

Foto : Menkumham, Prof. Yasonna H. Laoly, SH, MSc, PhD

Yasonna sontak menjawab, tak tinggal diam. Karenanya mempunyai alasan yang sangat kuat. Tidak sembarang mengambil keputusan. Tidak semua lapas koruptor mewah. Jangan membandingkan. Seperti LP Sukamiskin. Hanya sanggup menampung 300 orang disana, khusus yang koruptor. Sementara, total ada sekitar 4000 napi koruptor. Napi tersebar di lapas – lapas yang lain. Sementara, dilanjutkan mengenai pembebasan napi melalui program asimilasi, warga binaan dan integrasi. Pembebesan dilakukan karena memang over kapasitas.

Foto : Menkumham, Prof. Yasonna H. Laoly, SH, MSc, PhD

Sebelum melakukan program pembebasan, jumlahnya 270 ribu, hampir 271 ribu napi dan tahanan di lapas dan rutan. Rata – rata untuk kasus residivisme pencurian, public order dan narkotika. Sedangkan kapasitasnya hanya 130 ribu. Bisa dihitung sendiri. Kelebihannya mencapai lebih dari 100 persen. Nah, perlu diketahui. Bangun lapas sangatlah mahal. Bangun lapas berbeda dengan bangun rumah biasa. Bangun lapas ukuran medium saja harganya tidak sedikit. Harganya sekitar 100 miliar untuk 1000 orang.Belum lagi untuk biaya makan napi dan tahanan. Biaya makan napi saja hampir 2 triliun hingga kini. Kalau untuk penambahan 130 ribu lagi, bisa dihitung. Bangun atau renovasi lapas menjadi lebih besar berarti kan tentu akan menambah jumlah kapasitasnya. Maka biaya lainnya pun akan bertambah. Menghabiskan lebih banyak lagi dana. Mari berpikir bersama, jangan sepelekan minta bangun lapas dan rutan. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Comments are closed.