Nawacitapost Kepnis Kunjungi DERLI LAOLI, Korban Penganiayaan Kepala Sekolah

6
899
Gunungsitoli, NAWACITA – Peristiwa penganiayaan anak di bawah umur (13 tahun), atas nama DL oleh seorang Kepala Sekolah SD, inisial MD di Sirombu, Kabupaten Nias Barat, berbuntut masalah hukum. (3/12/2020).
Nawacitapost Kepnis Kunjungi DERLI LAOLI, Korban Penganiayaan Kepala Sekolah

Gunungsitoli, NAWACITA – Peristiwa penganiayaan anak di bawah umur (13 tahun), atas nama DL oleh seorang Kepala Sekolah SD, a.n. Markus Daeli di Sirombu, Kabupaten Nias Barat, berbuntut masalah hukum. (3/12/2020).

Saat dikunjungi di RSUD Gunungsitoli oleh tim nawacitapost Kepulauan Nias, diantaranya Kakanper Kota Gunungsitoli Kariaman Zebua, S.Pd., MM, sekaligus sebagai Ketua DPD KNPI Kota Gunungsitoli, Kakanper Nawacitapost Nias Utara, Ibezanolo Zega dan tim/Alexius Telaumbanua, Jurdil Laoli, S.Pd dan Nursiscawati Telaumbanua., tampak DL dalam keadaan terbaring lemah, ditemani oleh kakaknya Meriati Laoli (25 Tahun).

Baca Juga: Anak 13 Tahun di Sirombu, Dianiaya oleh Kepala Sekolah hingga Luka-luka dan Masuk RS

Menurut keterangan Meriati Laoli, adeknya DL sudah seminggu ini sejak tanggal 29/12/2019 terbaring di rumah sakit dalam keadaan lemah.

“Hampir seluruh bagian badannya membiru, dan bekas luka pukulan belum juga sembuh. Saat malam, DL kadang terbangun dan merintih kesakitan. Ia juga kurang memiliki selera untuk makan”, sebut Laoli.

Kondisi Derli Laoli di RSUD Gunungsitoli ditemani Kakaknya Meriati Laoli

Untuk pelayanan perawatan DL di RSUD Gunungsitoli, menurut keterangan kakaknya akan ditanggulangi oleh BPJS, tetapi untuk biaya pemeriksaan medis (visum, rotgen, dll) dibiayai sendiri oleh pihak korban.

Kasus penganiayaan yang melibatkan MD sebagai ASN, melukai rasa kemanusiaan.

Ternyata, DL adalah seorang anak yatim dan tidak memiliki daya untuk menuntut penganiaya yang sudah melukainya.

Kejadian brutal ini sudah dilaporkan ke Polsek Sirombu pada tanggal 29/12/2019 dengan Nomor. STPLP/33/XII/2019/NS-Rombu. Namun hingga kini, tindaklanjut akan hal tersebut belum menemui titik terang.

Baca Juga: Warga Binaan Lapas Kelas II B Nias Selatan, Meninggal dengan Luka di Sekujur Tubuh

Menurut keterangan Meriati, mereka dibantu secara advokasi oleh tim dari FONNA (Forum Ono Niha Nasional).

Diduga, ada pihak-pihak lain yang mengintervensi kasus ini. Pelaku MD diketahui memiliki seorang saudari perempuan sebagai Polwan yang bertugas di unit PPA, sehingga ada indikasi kasus ini akan menguap begitu saja, dan pelaku bebas berkeliaran.

Kakanper Nawacitapost Gunungsitoli sekaligus sebagai Ketua DPD KNPI Gusit, Kariaman Zebua berharap kasus ini bisa diungkap kebenarannya.

“Kasihan sekali adek ini. Di beberapa bagian tubuhnya terdapat luka memar dan luka lebam yang sudah membiru. Dalam waktu dekat, kita akan adakan audiensi dengan Bapak Kapolres Nias, untuk menindaklanjuti laporan keluarga korban. Ini tidak boleh dibiarkan, kasihan anak-anak kita”, sebut Zebua.

Alexius Telaumbanua (Nawacitapost, Gunungsitoli)

Comments are closed.