Presiden Perintahkan Refokusing Anggaran Tangani Covid, Bupati Humbahas Provinsi Sumut Melawan 

0
636
Foto atas : Harga Mobil Mewah 2 miliar dan 750 Juta buat Bupati dan Wakil Bupati. Foto Bawah rakyat saat antri tabung oksigen dengan harga satu (1) juta rupiah. Foto Kolase

Jakarta, NAWACITAPOSTSAAT Pilkada Kabupaten Humbang Hasundutan 2020. Pasangan Dosmar Banjarnahor – Oloan Paniaran Nababan sempat kalah melawan kotak kosong. Namun Ketua KPU setempat, Victor Tamba dengan diplomasi mengatakan belum mendapat salinan tertulis dari Tempat Pemungutan Suara (TPS).  Seperti diberitakan aceh.tribunews pada 9 Desember 2020 pukul 22.18 WIB dengan judul Kotak Kosong Menang di Pilkada Daerah Ini, Begini Tanggapan KPU Soal Kabar yang Ramai di Medsos Medsos

Baca Juga : Food Estate Humbahas Solusi Dan Harapan Masyarakat Kedepan

Anehnya, kabar dan pemberitaan kotak kosong menang di Humbahas. Tak berefek pada yang kalah Pilkada. Harusnya, ada aturan jelas dan tegas, jika kotak kosong menang Pilkada maka peserta yang kalah harus instropeksi atau lebih ekstrim lagi diganti. Namun, tetap saja KPU setempat dan mungkin juga dorongan kuat KPU Pusat memaksa yang kalah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

Namun, pada 17 Desember  2021, seperti dilansir medan.tribunnewa,  bahwa Pasangan Dosmar Banjarnahor – Oloan Paniaran Nababan menang dengan selisih suara 4.858 Suara dengan judul KEJUTAN Kolom Kosong Pilkada Humbahas, Petahana Dosmar-Oloan Cuma Menang Selisih 4.858

Akibatnya kemenangan yang memakan waktu hampir 8 hari dengan selisih suara sangat  tipis terhadap kotak kosong. Maka, kebijakan yang diambil Bupati menjadi bumerang dan blunder. Bahkan bisa menjadi tawaan dan sindiran warga.

Ironisnya, tetap saja kelakuan yang mencederai hati dan jeritan masyarakat Humbahas tersebut terus dipelihara dan menjadi anak pinak  kebanggaan.

Sudah tahu dan mendapat telegram resmi  pemerintah pusat. Situasi pandemi Covid -19. Setiap kepala daerah tanpa kecuali harus peduli dan peka terhadap warga yang terpapar Covid -19, dan meninggal. Jika perlu dan harus, rumah dinas Bupati atau sarana umum  buat warga yang isolasi mandiri (isoman).

Seruan pemerintah pusat, Yang dititahkan Presiden Jokowi buka hanya sekedar kata. Melainkan kepala daerah di Indonesia diberi pagu anggaran yang dananya diambil dari APBD setempat. Atau dengan kata lain refokusing (memusatkan kembali atau arti lainnya memberi perhatian lebih kepada rakyat terdampak covid-19)  menjadi skala prioritas dan dikedepankan. Terkesan orang nomor satu Humbahas yang dugaannya kalah melawan kotak kosong melawan perintah Presiden? Ada apa gerangan yang terjadi.

Alih-alih digunakan buat warganya terdampak Covid -19. Bupati dan Wakil Bupati Humbahas malah menggunakannya buat membeli kendaraan yang dianggarkan kurang lebih 2,6 miliar rupiah. Memang ada sebagian  buat penanganan covid-19. Tapi, kok tega-teganya sebagian anggaran dari pajak rakyat digunakan buat kepentingan pribadi.

Seperti diketahui, bahwa pada tahun 2021 ini, Pemda mengeluarkan biaya senilai Rp2,6 miliar yang diambil dari APBD dalam pembelian kendaraan tersebut. Kendaraan dinas Bupati senilai Rp 1.925.000.000 (Dua Miliar Rupiah kurang 50 Juta Rupiah). Sedangkan, Wakil Bupati senilai Rp 750.000.000 (Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).