Kamis, 4 Juni 2026

Kasus Covid Melonjak, Pemkot Depok Tunda Belajar Tatap Muka

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 21 Juni 2021 | 15:01 WIB
Depok, NAWACITAPOST – Pelaksanaan tahun ajaran baru 2021/2022 yang dimulai bulan depan. Hingga saat ini Pemerintah kota Depok Mohammad Thamrin belum belum bisa memutuskan perihal sekolah tatap muka ditengah wabah COVID-19. Pasalnya selama 3 pekan terakhir, kasus terinfeksi di Depok meningkat drastis.

Baca Juga : Melihat Satwa Langka dan Wisata Alam Taman Safari Bogor, Ini Rutenya  


"Karena di Depok, dan Jabodetabek, mungkin juga seluruh Indonesia, tren kasusnya sedang naik, kita sangat seksama, sangat hati-hati dalam memutuskan ini," seperti diucap juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana dalam kompas.com

Sebelumnya Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono juga mengatakan, karena kelurahan di Kota Depok masih dengan zonasi oranye, sementara pihaknya akan membentuk dulu sekolah percontohan sebelum dilaksanakannya sekolah tatap muka.

"Iya rencananya gitu, kami inginnya sih membuat sekolah percontohan. Dua atau tiga sekolah SD dan SMP untuk percontohan. Kalau sudah bagus akan kita terapkan semuanya, sambil lihat nanti kondisi wilayahnya," ujar Imam.
Harapannya, jika tidak ada kendala, rencana simulasi sekolah tatap muka yang sudah direncanakan akan dimulai semester depan.

Namun dengan zonasi orange membuat rencana ini kembali buram.

Berbeda dengan kota-kota lain, Depok selalu waspada terhadap terhadap rencananya untuk menyelenggarakan sekolah tatap muka. Sebab tercatat per kemarin jumlah kasus terinveksi Covid-19 di Depok naik mencapai 3.232 orang.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan tidak setuju pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tetap digelar bulan depan. Menurutnya, syarat pertama sekolah tatap muka dibuka adalah positivity rate di bawah 5 persen.

"IDAI sangat mendukung usaha untuk sekolah tatap muka karena ini adalah human capital, namun ada syarat pertamanya, positivity rate harus di bawah 5 persen, saat ini positivy rate kita 37 persen," kata Aman dalam konferensi pers secara virtual, belum lama berselang.

Peta zonasi Covid-19 tidak mampu dijadikan acuan untuk pembelajaran tatap muka (PTM). Aman meminta pemerintah mengkaji ulang rencana PTM Juli 2021 mendatang.

(Reski K. Ayuningsih)

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini