Jakarta, NAWACITAPOST – Menkominfo Johnny G. Plate menyampaikan keterbukaan Indonesia untuk berkolaborasi dengan negara-negara lain, khususnya dengan negara-negara ASEAN dan China untuk mengembangkan teknologi digital menangani virus corona.
Johnny G. Plate mengatakan, selama tiga bulan terakhir, Indonesia telah memanfaatkan dan mengembangkan berbagai teknologi digital dalam upaya percepatan penanganan Covid-19. Beberapa diantaranya ialah aplikasi tracing dan tracking PeduliLindungi dan integrasi data Bersatu Lawan Covid-19.
"Ada banyak tantangan dan pekerjaan di depan mata, namun dengan bekerja sama, kita dapat menghadapinya dengan lebih baik dan lebih cepat. Mari kita berkolaborasi dan menyongsong masa depan bangsa-bangsa yang lebih optimis dan lebih baik," kata Johnny lewat keterangan tertulis, Sabtu (13/6).
Baca Juga : PT Kereta Commuter Indonesia : Penumpang KRL Merosot 80 Persen
Pernyataan itu disampaikan Johnny saat pertemuan tingkat Menteri Asean dan Tiongkok yang dilakukan secara virtual dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Asean, Jumat (12/6) kemarin.
Lebih lanjut, Johnny mengatakan Indonesia saat ini terus membangun sinergi dengan asosiasi telemedicine untuk mendorong penggunaan platform online sebagai media konsultasi dan layanan kesehatan.
"Pemerintah juga mengembangkan pemanfaatan artificial intelligence (AI), chatbots, website, call center, dan mesin informasi berbasis teknologi internet of things (IoT) guna mempermudah akses masyarakat terhadap informasi yang sehat, aktual, dan faktual terkait Covid-19." paparnya.
Johnny turut mendeklarasikan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam penanggulangan Covid-19.
"Pemerintah Indonesia telah menyetujui beberapa poin untuk pemanfaatan teknologi digital di sektor-sektor yang relevan, seperti pengembangan infrastruktur konektivitas, penelitian kesehatan, keamanan siber, pendidikan, ketenagakerjaan, dan UMKM," jelasnya.
Indonesia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam bidang infrastruktur, saat Indonesia tengah mengupayakan pemerataan akses internet melalui jaringan backbone, microwave link, satelit komersial, maupun Base Transceiver Stations (BTS) di seluruh penjuru negeri.
Di masa pandemi ini, permintaan akan layanan internet semakin meningkat, sehingga infrastruktur digital menjadi pondasi penting untuk menopang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
"Untuk itulah akselerasi dalam pembangunan infrastruktur baik di middle-mile maupun last-mile menjadi prioritas pemerintah Indonesia saat ini," kata Johnny.
"Selain infrastruktur digital, kolaborasi diantara negara-negara ASEAN dan Tiongkok dalam bidang ekonomi dan talenta digital juga menjadi sangat krusial", tambahnya.
Editor: Martin
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Kamis, 5 Maret 2026 | 16:26 WIB
Selasa, 19 Agustus 2025 | 14:17 WIB
Jumat, 7 Februari 2025 | 20:09 WIB
Rabu, 15 Januari 2025 | 11:04 WIB
Senin, 9 September 2024 | 22:04 WIB
Rabu, 24 April 2024 | 19:11 WIB
Kamis, 28 Desember 2023 | 19:52 WIB
Kamis, 23 November 2023 | 15:50 WIB
Kamis, 23 November 2023 | 15:15 WIB
Kamis, 23 November 2023 | 13:57 WIB
Senin, 20 November 2023 | 11:34 WIB
Senin, 20 November 2023 | 11:26 WIB
Senin, 20 November 2023 | 11:22 WIB
Minggu, 19 November 2023 | 14:29 WIB
Jumat, 17 November 2023 | 15:15 WIB
Kamis, 16 November 2023 | 16:31 WIB
Selasa, 14 November 2023 | 16:06 WIB
Kamis, 9 November 2023 | 12:17 WIB
Rabu, 8 November 2023 | 16:47 WIB
Senin, 6 November 2023 | 16:12 WIB