Jakarta, NAWACITApost.com - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko menceritakan masa kecilnya yang di luar bayangan banyak orang. Seorang mantan Panglima TNI itu, saat kecil mengalami kehidupan yang berat.
"Kalau orang melihat saya, tidak melihat saya bagaimana berproses itu sepertinya banyak yang salah persepsi sama diri saya," kata Moeldoko, di Jakarta, beberapa saat yang lalu.
Moeldoko bercerita, ia dilahirkan di sebuah kampung yang bisa dikatakan tertinggal. Instalasi listrik bahkan belum masuk, jalan-jalan lingkungan juga masih tanah.
"Seingat dulu waktu kecil, pada saat ada mobil lewat bisa lari dengan teman-teman mencium bekas ban-nya itu. Karena ada bau bensin. Di situ nggak ngerti (maksudnya), tapi ada yang unik baunya," kata Moeldoko.
Menurutnya, tahun '60-an memang kondisi Indonesia serba sulit. Bahkan untuk makan pun, keluarga Moeldoko lebih banyak mengonsumsi gandum daripada beras seperti sekarang ini.
"Untuk makanan ayam, tapi kita makan waktu itu," kata dia.
Moeldoko menuturkan, ayahnya saat itu berprofesi sebagai seorang petani, sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Karena itu, untuk membeli perlengkapan sekolah seperti sepatu, saja sangat sulit.
"Belikan sepatu saja nggak bisa, apalagi belikan sepeda," kata Moeldoko.