Rentetan Kasus Anak Hilang di Kepni, Kepolisian Tidak Peduli?

0
344
Foto : Kapolres Nias Selatan AKBP Arke Furman Ambat, Warga Hibala Sukadamai Duha, Sahudi Laia, Dewan Penasehat HIMNI Disiplin F. Manao, Jelita Duha dan Nurwana Manao

Jakarta, NAWACITAPOST – Sebagian besar warga Nias Selatan merasa resah akan rentetan kasus anak hilang di Kepulauan Nias (Kepni). Tepatnya yang terjadi di Desa Eho, Kecamatan Hibala, Kabupaten Nias Selatan (Nisel). Sebab hilangnya anak bukanlah kali perdana, melainkan sudah kedua kalinya. Yang mana keduanya berjenis kelamin perempuan dan berusia sekitar dua tahun. Diketahui bernama Jelita Duha, putri dari ayah Edini Duha dan ibu Wilisti Laia. Kejadian anak hilang yang sebelumnya pada 2019 yaitu Nurwana Manao pun belum juga terungkap. Para tokoh pun sangat menyayangkan Kepolisian khususnya di Kepni. Kepolisian tidak peduli?

Foto : Jelita Duha

Paman dari Jelita Duha sekaligus Wakil Ketua Umum FORNISEL (Forum Nias Selatan), Sahudi Laia mengatakan pada (17/05/2021). Dia menanyakan ke Kepolisian kelanjutan dalam pengungkapan kasus anak hilang. Dia pun meminta Kepolisian bisa bertindak tegas secara hukum sekalipun ada keluarga yang terlibat dalam hilangnya anak tersebut. “Ya saya berharap ini ada tindakan tegas Kepolisian. Bisa terungkap untuk pelakunya. Kalau pun ada keluarga yang terlibat, tetap saja ditindak tegas secara hukum. Beberapa warga Hibala sudah berangkat ke Teluk Dalam. Nanti malam sampai. Paling besok langsung ke kantor Kepolisian,” terangnya.

Foto : Nurwana Manao

Lantas Sukadamai Duha pun mengatakan pada (17/05/2021). Bahwa dia ingin kasus ini segera diungkap. Sebab ini memang sangat membuat resah masyarakat. Warga menunggu jawaban Kepolisian khususnya Kapolres Nias Selatan dalam menangani kasus ini. “Terhadap Kepolisian khususnya Pak Kapolres Nias Selatan agar segera memberikan jawaban soal kasus ini. Saya dan warga disini merasa sangat resah. Trauma. Takut nanti merajalela hilangnya. Sebab belum juga terungkap termasuk kasus pertama. Minta segera diungkap. Jangan berlama – lama nanti semakin hilang buktinya. Meminta keterangan dari keluarga korban dan warga sini kan sudah dilakukan. Apa hasilnya?” tegasnya.

Foto : Laporan Kepolisian

Lalu ada pula salah satu tokoh masyarakat, Dewan Penasehat Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Disiplin F. Manao mengatakan pada (22/04/2021). Dia menduga bisa jadi Kecamatan Hibala merupakan tempat yang terlepas dari pengamatan keamanan baik TNI maupun Polri. ”Dari segi geografis, Pulau – Pulau Batu, Pulau – Pulau Telo, yang adalah termasuk Kecamatan Hibala itu adalah agak terpencil di dekat Lautan Hindia ya. Lalu saya melihatnya bahwa karena terisolirnya sebagai Pulau terluar dari negara ini maka bisa jadi ini terlepas dari pengamatan bagian keamanan baik TNI maupun Polri,” tuturnya.

Foto : Warga Desa Hibala Sukadamai Duha

“Berita anak hilang atau human traffic ini sebetulnya bisa jadi ini adalah peristiwa yang akan terulang. Sama seperti sinyalemen beberapa waktu yang lalu adalah Nias itu bisa jadi menjadi basic terorisme. Karena itu memang jauh. Kalau terjadi anak hilang di Nias itu juga tidak terlepas dari letak geografis tadi. Maka negara harus hadir. Karena dalam pembukaan Undang – Undang Dasar 1945 sangat tegas dikatakan. Bahwa negara harus melindungi segenap bangsa Indonesia. Apalagi ini sudah kejadian terulang. Kemana Polri? Kemana TNI? Menjaga teritorial, menjaga keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI), seluruh tumpah darah Indonesia. Jadi saya kira ini tidak bisa main – main. Ini dua nyawa lho,” terang Disiplin F. Manao.

Foto : Paman dari Jelita Duha, Sahudi Laia

Dewan Penasehat HIMNI itu pun menantikan ketegasan dari pihak Kepolisian dalam mengungkap kasus ini. Bahkan dia menekankan pula bahwa Negara harus hadir dalam menangani kasus anak hilang terlebih mengingat adanya cukup tinggi kasus penjualan manusia. “Tahun lalu saya membaca. Bahwa ada 1.200 kasus penjualan manusia, human trafficking yang dilaporkan oleh polisi. Nah apakah ini juga merupakan bagian dari transaksi yang ini luar biasa terjadi di negara ini. Bisa saja Nias menjadi target. Apalagi seperti yang saya katakan, dari segi geografis memang agak jauh dari Sumatera. Terpencil di Lautan Indonesia, Lautan Hindia. Nah sekali lagi saya katakan. Negara harus hadir,” tandasnya.

Foto : Dewan Penasehat HIMNI Disiplin F. Manao

Sementara, Kapolres Nias Selatan AKBP Arke Furman Ambat mengatakan pada (17/05/2021). Pihaknya telah memanggil yang akan dilakukan pendalamaan lebih lanjut. Pasalnya ketika dimintai keterangan sebelumnya, ada kejanggalan keterangan yang diberikan. Adanya keterangan berbeda yang disampaikan ke pihak Kepolisian. “Kami sudah memanggil dua orang, berinisial R dan S. Yaitu untuk hadir ke kantor Kepolisian. Karena sebelumnya ada perbedaan keterangan yang disampaikan oleh keduanya. Sehingga kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut. Namun hingga kini keduanya belum juga ke kantor Kepolisian. Mungkin saja terkendala jarak dan biaya,” ungkapnya.

Foto ; Dewan Penasehat HIMNI Disiplin F. Manao

“Tentu kalau tetap tidak bisa hadir dalam jangka waktu 2 minggu maka akan dilakukan pemanggilan kedua. Setelah pemanggilan kedua, berjarak 2 minggu maka akan dilakukan penjemputan paksa. Ya untuk dibawa ke kantor Kepolisian, dimintai keterangannya. Kalau persoalan aktifnya kantor Polsek Hibala memang ada baiknya. Namun saya pun sudah menerjunkan beberapa personel standby disana. Kami tidak diam saja. Kami juga terus melakukan penyelidikan. Walaupun belum ada titik terang. Kami juga kan tidak bisa standby disana terus,” tambah AKBP Arke Furmn Ambat.

Foto : Kapolres Nias Selatan AKBP Arke Furman Ambat

Kapolres Nias Selatan menjelaskan lebih lanjut bahwa memang disana terkendala jarak tempuh menuju lokasi. “Memang jauh ya dari kantor Polsek Telo ke Desa Hibala. Kalau diaktifkan Polsek Hibala tentu sangat setuju. Sebab idealnya memang 1 kecamatan itu 1 Polsek. Kalau kondisi seperti ini antar Pulau juga kan susah kalau cuma 1 saja Polseknya. Saya bersama jajaran disini berharap ada penambahan kantor Polsek disini ya. Kami juga akan berusaha mengungkap kasus ini semaksimal mungkin,” tukasnya, (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Sekjend HIMNI Otoli Zebua Minta Kepolisian Serius Ungkap Kasus Anak Hilang di Kepni