Sekjend HIMNI Otoli Zebua Minta Kepolisian Serius Ungkap Kasus Anak Hilang di Kepni

0
301
Foto : Sekjend HIMNI Otoli Zebua, Jelita Duha, Nurwana Manao

Jakarta, NAWACITAPOST – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Otoli Zebua meminta Kepolisian serius. Terlebih dalam mengungkap kasus anak hilang di Kepulauan Nias (Kepni), tepatnya di Nias Selatan yang terjadi di Desa Hibala. Mengingat memang kasus anak hilang disana sudah kedua kalinya, bukanlah kali perdana. Apalagi berturut dari 2019, hanya berselang setahun kemudian. Yang lebih mengerikan adalah keduanya anak perempuan yang berusia sekitar dua tahun. Padahal kasus pertama sudah ada laporan Kepolisian pada 2019 silam.

Foto : Sekjend HIMNI Otoli Zebua

“Sebagai Sekjend HIMNI, meminta pihak kepolisian untuk serius mengungkap kasus kehilangan anak berusia 2 tahun bernama Jelita Duha. Apalagi ini kasus bukan yang pertama kali di Nias. Penyelidikan harus maksimal melibatkan banyak pihak. Agar segera menemukan titik terang. Kalau tidak, warga semakin resah. Anak – anak tidak bebas bermain diluar rumah. Kita mesti mewaspadai. Jangan sampai ada penjualan manusia. Sebaiknya bisa dilakukan pengawasan yang ketat di pintu – pintu keluar Nias seperti bandara dan pelabuhan laut,” ungkap Otoli Zebua pada (18/04/2021).

Foto : Paman dari Jelita Duha, Sahudi Laia

Sebelumnya, Paman dari Jelita Duha sekaligus Wakil Ketua Umum FORNISEL (Forum Nias Selatan), Sahudi Laia mengatakan pada (16/04/2021). Bahwa ini bukan merupakan perdana terjadi. Melainkan hal ini menjadi kedua kalinya terjadi. Dia menceritakan. “Sebelum menghilang, anak tersebut sedang bermain dengan anak tetangga. Setelah anak tersebut disuruh mandi sama orang tuanya. Anak tersebut bermain sendirian di halaman rumah. Beberapa menit kemudian, dia dipanggil sama tantenya yang lagi sibuk kerja di dapur. Tahu – tahunya anak itu sudah tidak ada lagi di halaman atau sudah menghilang,” ungkapnya.

Foto : Kepala Desa Hibala, Blawan Duha

Sementara, Blawan Duha selaku Kepala Desa Hibala mengungkapkan bahwa hilangnya anak itu misterius. “Itu salah besar. Kejadian pertama saya belum menjabat Kepala Desa. Karena masih masa peralihan. Setelah saya menjadi Kepala Desa, kasus pun belum terungkap. Jadi olah TKP mereka di tahun 2019 itu tidak berhasil. Karena posisi anak ini hilang. Dan masyarakat sudah melakukan pencarian biasa tanpa alat. Artinya tradisional saja. Sekarang mungkin terkendala di pihak Kepolisian itu kan karena mereka memperoleh informasi dari masyarakat. Apa yang mau diberikan jadi keterangan dari masyarakat? Kan tidak ada. Tidak ada yang dicurigai. Karena anak itu kaya misterius hilang,” tuturnya.

Foto : Chat Kepolisian

“Jangan hanya setelah dimintai keterangan, polisi sudah. Kalau tidak ada informasi yang dicurigai, mereka tidak mau turun. Ini sudah kedua kalinya. Bisa dikatakan kehilangan ini sangat aneh. Bingung. Anak yang hilang pertama itu umurnya sekitar 2 tahun juga. Ini juga 2 tahun. Jenis kelaminnya sama. Nah kita masyarakat menyimpulkan jangan – jangan ada kaitannya di kasus pertama sama kasus ini. Masyarakat menganggap mana tahunya akan terus menerus begitu. Logikanya tidak mungkin ke laut. Anak 2 tahun itu belum bisa jalan. Posisi anak itu juga kondisi kaki O. Jadi dia tidak kuat untuk jalan,” pungkas Blawan Duha.

Foto : Chat Kepolisian

Sedangkan Kapolres Nias Selatan, AKBP Arke Furman mengungkapkan bahwa sudah ada tim yang diterjunkan untuk datang ke lokasi. Dia pun bertanya – tanya akan isu bahwa Kepolisian mau jalan jika ada upah yang didapatkan. “Sudah ada tim dari Polsek Pulau – Pulau Batu yang ke Hibala untuk lakukan penyelidikan. Tim masih bekerja di lapangan utk mencari saksi – saksi. Masih dalam proses penyelidikan. Kata siapa?? Tahun 2019 Infonya dari masyarakat yang keberatan dilakukan pemeriksaan, kalo masalah diongkosin dan di jemput saya belum ada info,” ungkapnya. Apabila ada yang melihat atau menemukan anak dengan ciri seperti foto, bisa menghubungi Paman dari Jelita Duha di 081213374317. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Kepolisian Ditunggu Kepastian Hasil Penyelidikan Terkait Anak Hilang di Kepulauan Nias