Kepala BNN Lakukan Hard, Soft dan Smart Power Approach Sejalan Instruksi Jokowi untuk P4GN

0
137
Foto : Kepala BNN Petrus Reinhard Golose dan Presiden Jokowi

Jakarta, NAWACITAPOST – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose melakukan hard, soft dan smart power approach sejalan dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak lain untuk merealisasikan Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Dirinya menekankan bahwa P4GN juga mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. Sehingga BNN sangat gencar dalam melaksanakan P4GN termasuk dengan membangun kerjasama Kementerian, Instansi dan Lembaga. Salah satunya yaitu Kementerian Desa, Kementerian ESDM, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta lainnya.

Foto : Kepala BNN Petrus Reinhard Golose bersama Menteri Desa Gus Menteri

Petrus Golose menjelaskan bahwa jelas instruksi dari Presiden Jokowi untuk pelaksanaan P4GN. “Instruksi Presiden Republik Indonesia amat sangat jelas berkaitan P4GN. Ini berkaitan dengan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor. Saya juga melanjutkan apa hal – hal yang baik yang dilakukan oleh para senior saya, para pendahulu, Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional. Namun dalam kepemimpinan saya, melihat ancaman atau tren peredaran gelap narkotika di Republik Indonesia, bahkan melihat peta secara Internasional yang juga melimpah di negara – negara yang lain,” jelasnya.

Foto : Kepala BNN Petrus Reinhard Golose

Kepala BNN tersebut juga membuat konsep yang bisa dikatakan sebagai gebrakan kepemimpinannya. “Saya membuat konsep yang dalam hal ini melihat bagaimana peningkatan mulai dari hard approach sampai dengan soft power dan juga smart power approach. Yang pertama adalah hard power. Kaitan dengan hard power approach adalah war on drugs. Kenapa? Saya mengambil terminologi war on drugs sebenarnya adalah juga perintah Presiden atau statement dari Bapak Presiden yang mengatakan Perang terhadap Narkotika. Perang terhadap Narkotika ini mempunyai makna bahwa kita benar – benar harus all out dari segi pendekatan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Hilarius Duha dan Firman Giawa Resmi Kepala Daerah Nias Selatan, Pegiat Organisasi Minta Fokus Isu Besar

“Apakah pshyco atau secara say war kepada para bandar, juga bagaimana kita menjaga border kita, perbatasan kita dari masuknya barang terlarang ini. Yang kita tahu bersama bahwa setelah adanya pandemi Covid 19 ini, barang – barang terlarang ini atau boleh kita katakan mefetamin, amfetamin, kemudian juga yang diberi nama atau istilah sabu, mereka modus operatingnya lewat laut. Maka kita harus melakukan war on drugs. Tapi bukan berarti kita tidak melaksanakan soft power approach. Dalam situasi yang bersamaan, kita melakukan kedua – keduanya dilakukan secara seimbang. Yaitu soft power itu diterapkan pencegahan dengan cara bahwa kita harus melakukan mapping,” tambah Petrus Golose.

Foto : Kepala BNN Petrus Reinhard Golose

Lantas Petrus Golose pun menambahkan bahwa dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam realisasi P4GN. “Dan saya lihat yang ada di Indonesia ini hampir semua daerah provinsi maupun kabupaten kota itu sudah terkooptasi dengan penggunaan narkotika atau drug abuse yang dilakukan baik oleh generasi muda bahkan orang tua. Sehingga strategi yang paling bagus adalah kita bekerjasama dengan Pemerintah Daerah. Dalam hal ini juga Desa, Kelurahan, Perkotaan bahkan juga Provinsi untuk bersama – sama membuat intervensi yang didasarkan berbasis masyarakat. Ini yang harus kita kembangkan,” imbuhnya.

Foto : Kepala BNN Petrus Reinhard Golose didampingi Kabiro Protokol BNN Pudjo Hartono

Menurut Kepala BNN yang baru dilantik tahun lalu, perlunya memanfaatkan IT dalam pelaksanaan P4GN dengan menerapkan smart power approach. “Dan tentunya di era digital sekarang ini, kita juga harus melakukan apa yang bisa dihubungkan dengan smart power approach. Bagaimana base on IT (Information Technology) kita melakukan ini didukung dengan digitalisasi yang benar? Yang bisa membantu baik melakukan pencegahan maupun dalam melakukan pemberantasan. Ini yang bersama – sama dilakukan. Dan saya lihat luar biasa respon yang dilakukan atau yang didapatkan dari masyarakat setiap kita dalam pengungkapan,” tandasnya pada (05/05/2021) di kantornya. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)