Foto : Kapolres Nias Selatan AKBP Arke Furman Ambat, Sahudi Laia, Blawan Duha, Jelita Duha dan Nurwana Manao

Jakarta, NAWACITAPOST – Sudah kedua kalinya terjadi anak hilang di Kecamatan Hibala, Nias Selatan (Nisel). Anak yang hilang pun sama – sama berjenis kelamin perempuan dan usianya sekitar 2 tahun. Sehingga hal ini tentu membuat cukup resah warga setempat. Terlebih banyak juga warga yang memiliki anak berusia 2 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Warga pun meminta agar ada tindak lanjut jelas dalam penyelidikan Kepolisian. Salah satunya Ephorus BKPN Dr. Foluaha Bidaya, STh.MTh. menuturkan pada (21/04/2021). Bahwa sebaiknya Polsek Hibala Diaktifkan. Sebab, menurutnya, Polsek Hibala tidak aktif maka kejahatan meningkat.

Foto : Ephorus GKPN Dr. Foluaha Bidaya, STh.MTh.

“Agar warga tidak semakin resah, takut kedepan akan ada lagi yang menjadi korban, anak hilang tentu diperlukan adanya Polsek di daerah – daerah terpencil. Termasuk di Desa Hibala ini. Sudah dua kali terjadi anak hilang. Disana itu kan ada kantor Polsek Hibala. Itu kantor Polsek Hibala sudah lama siap sebelum tahun 2019. Sebab waktu saya kesana tahun 2019 gedung ini sudah ada. Tapi kosong belum dimanfaatkan. Saya belum tahu apa masalahnya. Kalau bisa didorong pak Kapolri agar Polsek Hibala dihidupkan. Mengingat di sana rawan gangguan Kamtibmas. Jauh dari Polsek Pulau Tello lk. 40 mil laut, dan berbatasan dengan Mentawai,” ungkap Ephorus BKPN.

Foto : Kepala Desa Blawan Duha

Sebelumnya, tepatnya yang terjadi di Desa Eho, Hibala, Nisel. Adapun anak kecil yang hilang berjenis kelamin perempuan. Yang mana usianya baru menginjak 2 tahun. Diketahui bernama Jelita Duha, putri dari ayah Edini Duha dan ibu Wilisti Laia. Kejadian anak hilang yang sebelumnya pada 2019 pun sama, berjenis kelamin perempuan dan berusia sekitar 2 tahun. Namun hingga kini kejadian 2019 anak hilang belum juga terungkap yaitu Nurwana Manao. Malah justru bertambah lagi 1 anak hilang. Padahal sudah ada laporan polisi dari warga. Hal itu sangat disesalkan jika anak hilang yang kedua ini pun tidak terselesaikan.

BACA JUGA: Kepolisian Ditunggu Kepastian Hasil Penyelidikan Terkait Anak Hilang di Kepulauan Nias

Foto : Paman Jelita Duha, Sahudi Laia

Kepala Desa Blawan Duha pun menjelaskan bahwa dia agak menyesalkan jika sampai nanti kasus kedua juga diabaikan. “Dan mereka meminta untuk orang tua ini pergi lagi ke Polsek untuk memberikan laporan langsung secara tertulis, tidak bisa diwakili. Ini masalahnya kita ini pulau. Kapolsek itu ada di Pulau Telo lagi. Itu jauh. Kita harus kalau naik speedboat memakan 1,5 jam. Lalu kan sedikit agak kesulitan. Jadi saya sudah janjikan akan bawa orang tersebut di hari Minggu menunggu transportasi laut datang untuk kesana. Namun harapan masyarakat kasus ini terungkap. Bagaimanapun caranya. Anak ini bisa ditemukan,” katanya.

Baca juga :  Petinggi Polda dan Kodam Bukit Barisan Sumatera Utara Segera Bertindak Selesaikan Darurat Narkoba di Kepulauan Nias
Foto : Anak hilang pertama, Nurwana Manao

Sementara, Kapolres AKBP Arke Furman Ambat ketika dikonfirmasi mengenai update penyelidikan anak hilang tersebut pada (21/04/2021) mengatakan. Bahwa dirinya belum mendapatkan informasi terkait anak hilang 2019. Lantaran saat itu dirinya belum menjabat sebagai Kapolres Nias Selatan. Dia justru mengetahui usai ada lagi anak hilang di tahun 2021 ini. “Ya itu untuk anak hilang masih kita lakukan proses pendalaman investigasi. Kita masih akan terus melakukan proses penyelidikan. Masih kita cari informasi dari masyarakat. Sebab memang menurut keterangan dari masyarakat, kejadiannya cukup singkat,” ungkapnya.

Foto : Anak kedua yang hilang, Jelita Duha

“Saat terakhir sedang bermain, ditinggal masuk sebentar, tahu – tahu anak ini hilang. Terlebih kan memang rumahnya ini dekat dengan laut. Sandalnya pun ada di pinggir laut. Tapi kita tidak bisa berandai – andai diculik ataukah tenggelam di laut. Kalau untuk kasus 2019 itu kan saya belum menjabat ya. Namun saya akan tetap instruksikan ke jajaran untuk melakukan penyelidikan lagi. Kita akan dalami kembali. Terlebih kan saksi – saksinya kan ada. Dulu infonya, ada salah satu warga yang tidak kooperatif ketika dimintai keterangan. Dia sakit, kesurupan. Jadi kita agak susah untuk melakukan itu,” lanjut Kapolres.

Foto : Kapolres Nias Selatan AKBP Arke Furman Ambat

Kapolres Nias Selatan juga berharap. Agar usul adanya Polsek Hibala diaktifkan itu direalisasikan. Kemudian jika memang diperkukan untuk anjing pelacak dan penambahan personel yang bertugas di Polres Nias Selatan maka akan diusulkan ke pimpinan. “Ya kita sudah usul ke pimpinan. Mengenai diaktifkannya Polsek Hibala. Karena kondisinya memang ini Pulau. Kantor Polseknya memang jauh. Lalu kalau memang diperlukan anjing pelacak dan penambahan personel, akan diusulkan. Kita akan berusaha untuk mengungkap anak hilang ini. Rencananya minggu ini akan kembali diterjunkan personel untuk meminta keterangan lebih lanjut dari warga dan kelanjutan proses penyelidikan,” tukasnya.

Baca juga :  Komisaris Utama PT. PLN Perseroan Sambangi TPA sampah milik Pemkot Tangerang
Foto : Anak kedua yang hilang, Jelita Duha

Apabila ada yang menemukan dengan ciri seperti dalam foto, bisa menghubungi Paman dari Jelita Duha, Sahudi Laia di 081213374317. (Ayu Yulia Yang)

YouTube player