AHY Terbelit Polemik Demokrat, Kasus Century Diduga Libatkan Ayahanda SBY Kembali Mencuat

0
409
Foto : KPK, Bank Century, KSP Moeldoko, Menkumham Yasonna, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Sekjend PDIP Hasto, AHY SBY

Jakarta, NAWACITAPOST – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terbelit polemik Partai Demokrat yang belum berkesudahan. Meskipun Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menyatakan bahwa Pemerintah menolak pengesahan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang. Yang mana notabene KSP Moeldoko diangkat sebagai Ketua Umum (Ketum) Demokrat yang diketahui AHY masih menjadi Ketum sah melalui aklamasi. Namun rupanya polemik itu juga dikaitkan dengan sang ayahanda, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Lantaran SBY turut bicara mengenai polemik di tubuh Demokrat. Tak disangka, kasus Hambalang kembali mengemuka. Bukan hanya itu kasus Century yang diduga melibatkan SBY kembali mencuat.

BACA JUGA: Pasca Terduga Teroris Afiliasi ISIS Baku Tembak di Mabes Polri, Rumah Ketum PA 212 Dilempari Batu

Foto : AHY SBY

Mengingat kembali pernyataan SBY pada 2018 silam. Presiden keenam Republik Indonesia membuat pernyataan mengejutkan melalui akun media sosial pribadinya, @SBYudhoyono, pada (17/4/2018). Dia menyampaikan harapannya. Agar aparat penegak hukum, mulai dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Kejaksaan Agung (Kejagung), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak disusupi kepentingan politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. “Semoga penegak hukum (kepolisian, kejaksaan & KPK) tidak ‘kesusupan’ agen-agen politik. Semoga intelijen juga tidak jadi alat politik *SBY*,” katanya.

Foto : KSP Moeldoko

Pernyataan SBY diduga berkaitan dengan ramainya putusan praperadilan dalam kasus korupsi Pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Putusan disampaikan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), (9/4/2018) lalu. Dalam putusan, hakim praperadilan Effendi Mukhtar memerintahkan KPK untuk menetapkan mantan Wakil Presiden pendamping SBY pada periode 2009 – 2014, Boediono sebagai tersangka. Dia bersama sejumlah nama lain masuk dalam putusan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter, Budi Mulya.

Foto : Menkumham Yasonna

Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Idil Akbar mengatakan. SBY sedang mengambil langkah untuk mengantisipasi dampak yang berpotensi lahir dari kasus Century. Menurutnya, SBY khawatir kemunculan kembali kasus Century. Terlebih akan berdampak menghambat upaya menggenjot pamor Partai Demokrat jelang Pemilu 2019 lau. “Bisa jadi terkait dengan kasus Century,” katanya pada (20/4/2018). Dia berharap SBY berbicara lebih terbuka dan jujur seputar kasus Century. Menurutnya, bahasa dipakai SBY dalam cuitannya terlalu politis dan justru melahirkan wacana baru. Terutama terkait potensi kinerja aparat penegak hukum yang dianggap disusupi kepentingan politik jelang Pemilu 2019.

Foto : Ilustrasi Kasus Bank Century

Idil mengatakan. Jika SBY berani terbuka seputar kasus Century maka akan lebih adil. Ketimbang membuka wacana yang seolah – olah meragukan kemandirian aparat penegak hukum dari kepentingan politik. Dugaan korupsi Bank Century merupakan kasus yang terjadi di periode pertama pemerintahan SBY, tepatnya pada 2008. Upaya menyelamatkan Century dengan dalih bank gagal dan berdampak sistemik kala itu justru dinilai melahirkan kerugian negara yang mencapai Rp 7,4 triliun. “Harusnya dia lebih fair. Century itu salah satunya kuat dugaan ada intervensi politik di era SBY. Itu yang kemudian harus diluruskan,” ujarnya. Kemudian ada pula yang meminta SBY mempertanggungjawabkan dan menjelaskan kepada publik akan kasus bailout Bank Century. SBY juga disarankan untuk tidak memikirkan masalah lain yang tidak berkaitan dengan dirinya.

BACA JUGA: Judi Togel Marak di Kepni, Polres Nias dan Nias Selatan Tidak Berfungsi?

Foto : Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu saat merepons pernyataan SBY yang membandingkan bailout Bank Century dengan kasus bantuan likuidasi Bank Indonesia (BLBI). “Kalau beliau merasa tidak ada persoalan. Ya kenapa harus begitu reaktif dan menyalahkan yang lalu – lalu? Kalau Pak SBY mempertanyakan BLBI, ya apa yang Pak SBY lakukan selama 10 tahun terakhir semasa beliau berkuasa? Harusnya lakukan autokritik Pak SBY terhadap 10 tahun kepemimpinan beliau,” ujarnya pada (17/9/2018).

Foto : Ilustrasi Kasus Bank Century

Menurut Hasto, kasus Bank Century merupakan skandal besar. Mencuatnya kasus Century seharusnya dijadikan momen penting oleh SBY. Tak lain untuk menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi. SBY juga diminta tak perlu merespons berlebihan jika Demokrat berkomitmen menjauhi praktik koruptif. “Ketika (korupsi) menjadi masif oleh elite-elite partainya, itu (yang) menyebabkan gugatan publik. Lebih baik Pak SBY memberikan penjelasan langsung.”

Foto : Ilustrasi Kasus Bank Century

Bahkan lalu salah satu inisiator Pansus Century lainnya, Mukhammad Misbakhun mendesak KPK untuk segera menyelesaikan kasus bailout Bank Century. Dia mengaku merasa iba setiap kasus Century muncul, nama SBY selalu terseret. Dia berharap kasus ini tidak berhenti di penyelidikan Budi Mulya. Kasus ini dianggapnya sebagai hutang KPK. “Dan isu ini adalah isu yang harus ditindak lanjuti dimana sudah ada putusan praperadilan dan ada putusan praperadilan lanjutan karena KPK belum menuntaskan, nah ini ranahnya penegak hukum ini,” kata Misbkahun di Kompleks Palemen, Senayan, Jakarta, pada (25/9/2018).

Foto : Ilustrasi Kasus Bank Century

“Tentunya saya berharap KPK melakukan upaya klarifikasi terhadap pak SBY, karena apa? Kasihan pak SBY setiap kasus Century mencuat kembali tentunya pak SBY selalu dikaitkan, tentunya kita harus memberikan ruang juga kepada pak SBY, dan ruang itu ada di KPK. Nah ini, menurut saya ada tidaknya pemberitaan Asia Sentinel itu kasus ini adalah hutang besar KPK dalam upaya penegakan hukum sebagai tindakan lanjut kasus Century,” sambung Misbakhun. Senada pun diungkapkan oleh Bambang Soesatyo yang kini menjabat ketua MPR menuturkan pada (25/9/2018). Desakan dilakukan bersama beberapa mantan anggota Pansus Hak Angket Bank Century. Dia ingin kasus Century mendapatkan titik terang setelah sekitar 10 tahun mangkrak.

BACA JUGA: Tersangka Tertangkap dan Keluarga Korban Tuntut Pelaku Lain Pembunuhan Adieli Zebua Ditangkap

Foto : Ketua MPR Bambang Soesatyo

“Kami inisiasi hak angket Bank Century kami bersembilan. Sudah hampir 10 tahun kasus ini terus menggantung kehadiran kawan-kawan disini menyatakan prihatin kasus ini hingga saat ini belum tuntas,” kata Bambang. Dia menilai kasus ini harus segera diselesaikan agar para tokoh yang pernah disebut-sebut terlibat, salah satunya adalah SBY. “Antara lain adalah Pak SBY disinggung soal Demokrat. Ini tidak boleh dibiarkan makanya kita mendorong agar ini dituntaskan apalagi ini jelang Pilpres dan Pileg supaya tidak ada dipolitisasi dan digoreng-goreng. KPK sudah melakukan langkah-langkah menyelesaikan kasus ini tetapi memang kawan – kawan tim belum ada progres berarti mengarah ke penuntasan. Kira harapan kami percayakan kepada KPK tuntaskan ini agar tidak berhenti pada Budi Mulya,” pungkasnya. Apa kabar Kasus Bank Century? Hingga kini belum didapatkan informasi terbaru. Padahal cukup banyak orang menginginkan Kasus Century diungkap lanjut. (Ayu Yulia Yang)