Pasca Terduga Teroris Afiliasi ISIS Baku Tembak di Mabes Polri, Rumah Ketum PA 212 Dilempari Batu

0
236
Foto : Surat wasiat ZA, kondisi terakhir terduga teroris ZA dan kondisi rumah Ketum PA 212 pasca dilempari batu

Jakarta, NAWACITAPOST – Terduga teroris yang berafiliasi dengan ISIS, Zakiah Aini (ZA) tewas. Kepala Polri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjelaskan. Pelaku masuk ke kompleks Mabes Polri lewat pintu belakang. Pelaku kemudian berjalan ke arah pos penjaga di depan Mabes Polri. Pelaku sempat bertanya akan lokasi kantor pos. Lalu diarahkan oleh petugas. Setelah dari kantor pos, pelaku kemudian kembali ke pos penjaga lalu menyerang polisi. Menurut Kapolri, pelaku menembak sebanyak enam kali. Polisi kemudian menembak mati pelaku. Pasca baku tembak di Mabes Polri, rumah Ketua Umum (Ketum) PA 212 dilempari batu oleh orang tak dikenal.

BACA JUGA: Judi Togel Marak di Kepni, Polres Nias dan Nias Selatan Tidak Berfungsi?

Foto ; Kondisi terakhir terduga teroris ZA

Diketahui ZA, seorang perempuan berusia 25 tahun warga Ciracas, Jakarta Timur. Terduga teroris ZA tampak membawa map kuning saat menyerang polisi di Mabes Polri, Jakarta, pada (31/3/2021). Menurutnya, pelaku ZA membawa map kuning berisi amplop saat menyerang Mabes Polri. “Dari hasil pendalaman dan penggeledahan kita dapatkan beberapa temuan, yang bersangkutan membawa map kuning dan di dalamnya amplop bertuliskan kata – kata tertentu,” ujarnya. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa ZA terpapar ideologi ISIS. Hal itu terlihat dari unggahan bendera ISIS di media sosialnya.

Foto : Kondisi tewasnya ZA

“Kemudian dari hasil profiling yang bersangkutan ini adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS, yang dibuktikan dengan postingan di sosial media. Yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru dibuat atau di-posting 21 jam yang lalu di mana di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait dengan masalah bagaimana perjuangan jihad. Kita temukan juga pada saat penggeledahan di rumahnya surat wasiat dan kata – kata di WA Group keluarga bahwa yang bersangkutan akan pamit,” ungkap Kapolri.

Foto : Surat wasiat ZA

Kapolri lebih lanjut menjelaskan bahwa dia sudah memerintahkan kepada Kepala Densus 88 AT untuk melakukan pendalaman dan pengusutan. “Jadi, saya sudah perintahkan kepada Kadensus untuk mendalami dan mengusut terhadap kemungkinan adanya kelompok jaringan dari tersangka ini,” tukasnya. Lantas Rusdi Hartono selaku Karopenmas Divisi Humas Polri menjelaskan. Bahwa ZA masuk ke Mabes Polri layaknya masyarakat yang membutuhkan pelayanan kepolisian. Namun ZA beraksi usai melewati pemeriksaan petugas.

Foto : Kapolri Listyo Sigit Prabowo

“ZA datang seakan – akan menjadi bagian masyarakat yang membutuhkan dari pada pelayanan Polri setelah masuk di bagian pintu belakang Mabes Polri. Dan telah dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan yang tentunya telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan untuk pengamanan di markas – markas Polri khususnya di Mabes Polri. Yang bersangkutan masuk di pintu belakang dan seperti biasa seakan – akan masuk seperti masyarakat yang memiliki kebutuhan pelayanan Polri. Masuk dan tiba – tiba melakukan aksinya di pos pengamanan bagian depan,” lanjut Rusdi.

Foto : Karopenmas Rusdi Hartono

Rusdi menerangkan pihaknya masih melakukan pendalaman dan melakukan audit internal. “Ya itu yang masih kita dalami karena tersangkanya kan ZA meninggal dunia dia ya. Dimungkinkan dia masukkan di bagian tubuhnya, entah di pinggang atau dimananya. Itu kenyataan memang lolos dari penjagaan. Ini sedang diaudit masalah pengamanan kita. Makanya tetap kita lakukan audit. Masalah pengamanan kita lihat dari hasil audit. Apabila ditemukan kekurangan kelemahan ini akan kita perbaiki ya. Mudah – mudahan hari ini sudah, masalah pengamanan markas kepolisian tidak hanya di Mabes,” lanjutnya.

Foto : Kepolisian memperketat penjagaan

“Tapi seluruh wilayah markas kepolisian tentunya pengamanannya akan lebih baik lagi dan terus meningkatkan kewaspadaan,” tutup Karopenmas Divisi Humas Polri. Pergerakan kepolisian tidak hanya sampai disitu saja. Personel Polres Metro Jakarta Timur pun menggeledah rumah pelaku penyerangan Mabes Polri berinisial ZA di Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. Hingga kini, polisi belum memberikan keterangan terkait apa saja barang yang didapat dari kamar pribadi ZA.

BACA JUGA: Tersangka Tertangkap dan Keluarga Korban Tuntut Pelaku Lain Pembunuhan Adieli Zebua Ditangkap

Foto : Ketum PA 212 Slamet Maarif

Pasca terduga teroris ISIS ZA, Rumah Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, di Jalan Gatot Kaca Harjamukti, Cimanggi, Kota Depok, diteror. Tak lain dengan cara dilempar batu oleh orang tak dikenal, pada (1/4/2021) dini hari. Akibatnya, kaca jendela rumahnya pecah. Dia mengatakan, dini hari saat dirinya sedang tertidur, mendengar ada suara kencang kaca pecah. Yang mana awalnya dikira etalase yang roboh. “Kita sedang istirahat lagi tidur dikagetkan suara pecahan kaca. Kemudian saya bangun sama istri, periksa ruangan dalam, belakangan,” katanya.

Foto : Kondisi rumah Ketum PA 212

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, Ketum PA 212 mendapati kaca jendela rumahnya sudah dalam kondisi pecah dan ada sebuah batu. “Kemudian saya lihat dari celah gorden. Benar ini (kaca-red) sudah pecah saya lihat ada conblock di bawah,” ujarnya. Melihat hal itu, dirinya langsung mengecek CCTV. Dari rekaman CCTV diketahui terdapat 4 pelaku. “Akhirnya saya lihat CCTV. Dari CCTV itu pelaku 4 orang mengendarai 2 sepeda motor,” ucapnya. Dari rekaman, tampak pelaku berjumlah 4 orang datang menggunakan dua sepeda motor. Mereka kemudian melempar batu ke rumah Slamet Maarif.

Foto : Pantauan CCTV Ketum PA 212

Sementara tampak kaca yang pecah pun masih terlihat. Namun, barang bukti berupa batu sudah dibawa oleh petugas guna pemeriksaan lebih lanjut. Kejadian pelemparan batu tersebut menurut informasi sudah terjadi ketiga kalinya. Hingga saat ini pihak kepolisian belum bersedia memberikan komentar terkait kasus tersebut dan masih melakukan penyelidikan. Kedua kejadian ini hanya terpaut 1 hari saja. Entah kedua kejadian berkaitan atau tidaknya, masih akan terus dilakukan investigasi lebih mendalam. (Ayu Yulia Yang)