Belum Usai Narkoba dan Judi Togel, Kini Pemerintah Pusat Soroti Kepulauan Nias Tinggi Stunting

0
622
Foto : Menko PMK Muhadjir Effendy mengunjungi Kepulauan Nias dan Hakim Tinggi PTTUN Disiplin F. Manao

Jakarta, NAWACITAPOST – Belum usai persoalan narkoba dan judi togel yang dikabarkan marak di Kepulauan Nias (Kepni), kini Pemerintah Pusat pun menyoroti Kepni tinggi stunting. Hal itu menggema pasca Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy bersama jajaran mengunjungi Kepni, pada (16/3/2021). Kunjungan ini dalam rangka menangani permasalahan yang terkait dengan pembangunan manusia dan kebudayaan. Menko menyebutkan bahwa Kepni merupakan daerah yang disoroti terkait stunting. Angka stunting di Kepni masih berada di atas rata – rata nasional.

BACA JUGA: Anies Baswedan Masih Menyandang Gelar Gubernur Terbodoh?

Foto : Menko PMK Muhadjir Effendy mengunjungi Kepulauan Nias

Untuk itu, Kepni menjadi perhatian penting bagi Pemerintah Pusat. “Akan kita kumpulkan lagi data, akan kita lihat secara menyeluruh, Nias mendapat perhatian karena angkanya masih di atas rata rata nasional atau 27 %, jadi harus ditekan betul,” kata Menko usai mengadakan dialog. Untuk itu, dia akan melibatkan semua kementerian dan lembaga terkait sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Yang mana menargetkan angka stunting nasional menjadi 14% pada tahun 2024. Untuk itu, ke depan stunting akan ditangani secara khusus, penanggung jawab utamanya adalah BKKBN dan PERPRES yang masih diproses.

BACA JUGA: Bungkam Tertatih, Intrik Tersembunyi

Foto : Menko PMK Muhadjir Effendy mengunjungi Kepulauan Nias

Lalu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia I Gusti Ayu Bintang mengatakan. “Petugas yang berhubungan dengan perempuan dan anak bisa mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan pangan lokal yang ada. Sehingga bisa menambah gizi masyarakat khususnya anak anak,” ungkapnya. Namun sayang, pangan lokal disana bisa dikatakan nilai jualnya sangat rendah. Sehingga tentu akan berdampak pada perekonomian untuk mengkonsumsi cukup gizi. Hal itu diungkapkan oleh Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) sekaligus Dewan Penasehat HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia) Dr. Disiplin F. Manao, SH. MH, MTh.

Foto : Dewan Penasehat HIMNI Disiplin F. Manao

“Kepada Pemda saya pesan supaya ekonomi rakyat itu dibangun. Bayangkan sekarang. Harga karet di Nias itu sangat rendah. Padahal itulah ekonomi rakyat. Saya waktu pulang ke Nias kemarin, saya beli setandang pisang Raja yang delapan sisir, sudah tiga sisir matang pohon. Saya beli. Saya tanya sama ibu yang jual itu, berapa harganya? 20 ribu. Saya kaget, maksudnya 20 ribu sesisir atau setandang. 1 tandang lah pak. Saya jujur. Ya ampun kalau di Jakarta, satu sisir saja 75 ribu. Masa’ satu tandang 8 sisir 20 ribu. Jadi ekonomi rakyat ini macam mana? Apalagi Nias itu kena virus babi. Mati babi ribuan di Nias. Itu kan masalah ekonomi. Nah jadi menurut saya, Pemda harus membangun ekonomi rakyat,” ungkapnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Judi Togel Marak di Kepulauan Nias, Siapa Dibalik Layar?