Foto : Pertemuan support Mantili Gea, ada Legislatif sekaligus Ketua Umum HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia) Marinus Gea, Analis Kebijakan Utama Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri sekaligus Ketua Umum FORNISEL (Forum Nias Selatan) Brigjen Pol. Bahagia Dachi, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, Direktur Nawacitapost sekaligus Ketua Umum Ono Ndruru Beesokhi Ndruru dan sebagainya.

Jakarta, NAWACITAPOST – Mantili Gea, seorang petarung bebas One Pride MMA yang viral yang mana merupakan anak yatim dari Kepulauan Nias. Bisa dikatakan dirinya merupakan Ono Niha. Dirinya pun viral di sosial media (sosmed) menjadi perbincangan hangat. Bahkan sampai memikat hati Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly untuk mengadakan pertemuan. Sekaligus sarana memberi dukungan moril dan materi.

Foto : Pertemuan support Mantili Gea, ada Legislatif sekaligus Ketua Umum HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia) Marinus Gea, Analis Kebijakan Utama Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri sekaligus Ketua Umum FORNISEL (Forum Nias Selatan) Brigjen Pol. Bahagia Dachi, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha, Direktur Nawacitapost sekaligus Ketua Umum Ono Ndruru Beesokhi Ndruru dan sebagainya.

Mantili Gea datang kesana ditemani oleh Manajer Abeng Laoly dan Pelatih Aman Mendrofa. Pertemuan juga dihadiri oleh Legislatif sekaligus Ketua Umum HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia), Analis Kebijakan Bareskrim Polri sekaligus Ketua Umum FORNISEL (Forum Nias Selatan), Bupati Nias Selatan Hilarius Duha dan Direktur Nawacitapost sekaligus Ketua Umum Ono Ndruru Beesokhi Ndruru.

Foto : Mantili Gea

Pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tersebut rupanya menggugah hati. Masing – masing yang hadir memberikan dukungan penuh untuk salah satu putri Ono Niha ini. Bahkan berpesan agar tidak terbebani didalam pertarungan bebas One Pride MMA. Tidak menuntut harus membuktikan keluar menjadi juara. Tetapi bisa tampil debut terbaik didalam dirinya.

Foto : Legislatif Marinus Gea

Marinus Gea pun merasa kagum dengan sosoknya. Lantaran seorang putri yang mana jika dilihat dari segi fisik, seperti tidak mungkin untuk menjadi petarung bebas. Namun ternyata punya kekuatan dan bakat terpendam. “Saya kagum dengan sosok Mantili Gea,” jelasnya.

Caballus Fighter CAMP

“Kalau dilihat dari fisik, kecil badannya, tapi luar biasa bisa menjadi petarung One Pride MMA. Tenaga dalamnya kali ya. Bisa mewakili Ono Niha dalam seni bela diri. Apalagi kebetulan sama – sama Gea. Ada kebanggaan tersendiri ya. Tidak menyangka saja ada putri Ono Niha ke One Pride MMA. Semoga ini munculnya Mantili Gea bisa melahirkan bibit – bibit baru lainnya dari Ono Niha untuk menoreh prestasi,” tutur Marinus Gea.

Baca juga :  Presiden Lantik Kompolnas Periode 2020 -2024, Mafud MD Nakhodanya

BACA JUGA: Petarung Bebas Mantili Gea, Wujud Yasonna Laoly Support Penuh Putra Putri Ono Niha

Lalu Marinus Gea juga menyampaikan bahwa harus dipikirkan mengenai kesehatan Mantili Gea. “Ini harus dipikirkan juga soal kesehatannya. Ya latihan dibarengi dengan gizi,” katanya. Dia pun sesekali melontarkan kata yang membuat gelak tawa. Dia iseng menanyakan hobi dari Mantili Gea. “Hobinya karate ya? Kalau ajak saya untuk karate, tidak bisa saya. Mancing boleh, sama Gowes,” ucapnya. Lebih lanjut sang Legislatif mengatakan bahwa ada kepekaan tersendiri ketika berhadapan dengan Ono Niha khususnya.

BACA JUGA: Mahfud MD Lebih Berpeluang Dibanding Prabowo Jadi Presiden 2024

“Sangat peka. Sehingga kalau ada hal – hal terkait dengan Ono Niha, langsung cepat. Kalau di politik seperti SP,” ungkapnya. Dia juga berpesan agar Mantili Gea bisa tampil terbaik. Namun jangan sampai merasa terbebani. Tidak menang, tidak masalah. Yang penting bisa menunjukkan hasil terbaik. Kita dukung penuh. Jangan lupa bahwa kamu kesini untuk membahagiakan ibu dan saudara – saudara kamu. Kamu ingin hidup kamu lebih baik disini. Saya ucapkan selamat untuk debut pertandingan kedua nanti,” tukasnya.

Foto : Mantili Gea, Pelatih Aman Mendrofa, Manajer Abeng Laoly bersama Menteri Hukum dan HAM

Diketahui sebelumnya, Mantili Gea merupakan anak yatim. Sejak usia 2 minggu dia ditinggal sang ayah. Dia tinggal bersama ibu dan saudara – saudaranya. Sang ibu berusaha keras untuk menghidupi dia dan saudara – saudaranya. Yang mana hanya mengandalkan hasil dari bertani saja.

Foto : Mantili Gea bersama Legislatif Marinus Gea

Bahkan mirisnya hanya 3 saja yang mampu bersekolah tuntas hingga tamat SMK Sederajat. Sehingga dia hanya berharap bisa memberikan hasil terbaik dan meminta dukungan khususnya dari Ono Niha. Dia yakin bahwa doa adalah kekuatan sesungguhnya. Sehingga dukungan moral sekalipun sangatlah berarti baginya. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)

YouTube player

 

Baca juga :  Antisipasi Gangguan Kamtib, Lapas Kelas IIB Panyabungan Kanwil Kemenkumham Sumut Kembali Lakukan Deteksi Dini