Mantili Gea didampingi Abing Laoly sebagai manajer dan Aman Mendrofa sebagai pelatihnya bersama Menkumham Yasonna
Daya tarik tersendiri inilah yang mendorong terlaksananya pertemuan dengan Menkumham. Rupanya Yasonna selalu melihat setiap potensi yang dimiliki oleh putra putri negeri khususnya Ono Niha. Sebab dia sangat bersyukur dilahirkan sebagai darah Ono Niha. Yang membuatnya lebih bergetar ketika Mantili Gea menceritakan kisah hidupnya. Dia terlahir delapan bersaudara. Dia ditinggalkan sang ayah dari usia 2 minggu. Dia bersama saudara – saudaranya hidup dari single fighter sang ibu. Bahkan miris, hanya tiga saja yang mampu menyelesaikan sekolah SMK Sederajat. Yang lain terpaksa putus sekolah.
-
Kepahitan hidup ini mengingatkan Yasonna tentang perjuangannya dulu berdagang minyak goreng bersama sang ayah. Itu dikemukakan dalam pandangan saudaranya, Imanuel Laoly. Yasonna adalah pria yang baik, rajin dan bertanggung jawab membimbing adik – adiknya. Ada satu kenangan masa kecil yang tak akan pernah dilupakannya. Perjuangan berat kedua orang tua dalam menghidupi keluarga dan menolong sesama. Gaji sebagai anggota polisi tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari. Disela – sela waktu tugas, ayahnya berusaha mencari tambahan uang. Tak lain dengan berdagang minyak goreng.
-
Yasonna menyampaikan bahwa dia merasa bangga adanya anak dari Ono Niha bisa menunjukkan bakat dan kemauan yang keras. “Saya merasa bangga. Ada seorang anak daerah Nias, Ono Niha, saudara Mantili Gea. Bisa menunjukkan bakat dan kemauan kerasnya untuk masuk ke dalam pertandingan olahraga beladiri. Saya sudah lihat videonya, video Youtubenya. Betul – betul punya potensi besar. Saya berharap dia akan sukses. Tentu perlu disiplin yang tinggi. Diperlukan kemauan yang keras. Saya bersama teman – teman ingin mensupport beliau, terutama saya sebagai putra daerah Nias. Itu sebabnya saya undang Mantili kemari,”ungkapnya.
-
Yasonna pun menyebutkan jika juga ada kehadiran beberapa yang lain hadir dalam pertemuan dengan Mantili Gea sebagai bentuk support penuh. “Ada Marinus Gea, Pak Jenderal Brigjen Bahagia Dachi, ada Pak Bupati Nias Selatan. Saya juga sudah nelpon Wali Kota Gunungsitoli untuk memberikan support kepada Mantili, sebagai putra Daerah yang perlu kita dukung. Sangat sedikit bahkan belum ada putri daerah Nias yang mencoba masuk ke One Pride MMA. Saya kira itu yang perlu. Saya ucapkan selamat lah kepada saudara Mantili. Supaya fight mantap. Memang barangkali buat sementara masyarakat Nias wah ini masa’ perempuan tanding. Tapi dalam zaman sekarang, bakat itu apalagi dalam bidang olahraga tidak terbatas pada laki – laki atau perempuan,” lanjutnya.
-
“Kalau pertandingan Internasional Nasional kita juga sudah melihat. Mereka punya potensi – potensi yang hebat sekali. Sekarang bagaimana menggali bakat potensi itu menjadi suatu keahlian yang akhirnya bisa mendatangkan prestasi yang dikenal oleh masyarakat luas, khususnya Indonesia. Dan tidak membuka kemungkinan, kalau betul – betul ini di kelasnya, bisa menjadi masuk di kancah dunia. Kalau benar – benar disiplin berlatih dengan baik ya. Apalagi dengan sudah ada talent, sudah ada keinginan. Dari kecil dia sudah berlatih dan lain – lain, olahraga beladiri lain, ini saya kira bisa membantu dia untuk maju untuk kedepannya dalam olahraga ini,” imbuh Yasonna.
-
Yasonna pun berpesan kepada khususnya Mantili Gea untuk disiplin dalam berlatih, bukan sekadarnya saja. Dia juga mengingatkan agar jangan merasa terbebani dengan keinginan dari para pendukungnya akan hasil terbaik pertandingan. “Disiplin, jadi jangan hanya sekedarnya. Itu harus betul – betul. Dan yang saya lihat dalam video itu amazing gitu. Naik ke atas, tadi disampaikan oleh pelatihnya itu tanpa alat bantu tapi itu naik ke atas, itu hebat sekali. Saya yakin dan percaya bahwa dia akan dapat mampu melakukan itu. Dan dia salah seorang yang diperhitungkan dalam permainan pertandingan nanti,” pungkasnya.
-
Mantili Gea didampingi Abing Laoly sebagai manajer dan Aman Mendrofa sebagai pelatihnya pun mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Menkumham Yasonna, Brigjen Pol Bahagia Dachi, Marinus Gea, Hilarius Duha dan Nawacitapost. “Luar biasa. Sangat senang. Sangat beruntung. Menjadi semakin semangat. Mental saya ada support tersendiri rasanya. Untuk para sponsor, yang sudah mendukung terima kasih banyak. Dan mungkin yang mendukung dari do’a dan support, sangat berterima kasih. Karena hanya mungkin hanya itu, tanpa itu saya tidak berarti apa – apa. Itu kekuatan saya. Didepan saya berdiri. Tetapi di belakang, do’a itu yang menjadi kekuatan sesungguhnya,” tukasnya. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)
https://www.youtube.com/watch?v=Yv50cI0A2mI&t=25s
BACA JUGA: Yasonna, Wajah Nias Batak, Ayahnya Pernah Dagang Minyak Goreng