Listyo Sigit Prabowo Sah Jabat Kapolri, Ketok Palu DPR

0
368
Foto : Puan Maharani, Ketua DPR

Jakarta, NAWACITAPOST – Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) usai ketok palu DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) yang dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani. Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI. Tak lain mengenai persetujuan untuk menjadikan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri baru pengganti Jenderal Pol Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun. Dengan demikian, DPR memberikan persetujuan tersebut kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk dilantik sebagai Kapolri yang baru.

Foto : Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

“Apakah laporan Komisi III DPR RI atas hasil uji kelayakan kepada calon Kapolri tersebut dapat disetujui?” kata Ketua DPR Puan Maharani selaku pimpinan Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada (21/1/2021). “Setuju,” jawab para wakil rakyat serentak yang dilanjutkan Puan mengetuk palu tanda pengesahan. Keputusan persetujuan itu diambil setelah Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni membacakan laporan hasil uji kelayakan dan kepatutan yang telah dilakukan pihaknya terhadap Listyo pada (20/1/2021).

BACA JUGA: Menkumham Yasonna Hobi Gowes Off Road, Ternyata Ada Manfaatnya

Saat membuka rapat paripurna, Puan menyatakan agenda tersebut diikuti 342 orang anggota dewan. Yang mana 91 orang hadir secara fisik dan 204 orang hadir secara virtual. Sementara anggota dewan yang izin tidak menghadiri Rapat Paripurna kali ini berjumlah 47 orang. Sebelumnya, Jokowi mengajukan satu nama yakni Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi calon Kapolri guna mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR. Listyo merupakan mantan Kapolres Solo saat Jokowi menjabat sebagai Walikota. Dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR, Listyo tidak mendapat penolakan. Seluruh fraksi di DPR menyatakan setuju.

Foto : Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

Secara garis besar, Listyo ingin memperbaiki tata kelola dan keorganisasian di Polri jika menjabat Kapolri berikutnya. Dalam makalahnya saat uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR, dia menyatakan mengusung konsep transformasi Polri yang Presisi. Presisi dalam konsep tersebut merupakan akronim dari Prediktif, Responsibilitas dan Transparasi berkeadilan. Menurutnya, konsep ini merupakan kelanjutan dari konsep Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter) yang telah diusung sejak era kepimpinan Tito Karnavian sebagai Kapolri. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Amanda Manopo Ngaku Janda, Billy Syahputra Bantah