Foto : Bupati Hilarius Duha bersama wakilnya sebelum Pilkada 2020
Melihat perubahan peningkatan mutu pendidikan mengalami progress pengiriman data PMP jenjang SD dan SMP serta SMA/SMK se-Kabupaten Nias Selatan. Pada tahun 2016, mendapatkan posisi urutan ke 33 dari 33 Kabupaten Kota. Lalu tahun 2017 mendapatkan posisi urutan ke 28 dari 33 Kabupaten Kota. Kemudian tahun 2018 mendapatkan posisi urutan ke 29 dari 33 Kabupaten Kota. Lalu tahun 2019 berada pada posisi urutan ke 16 dari 33 Kabupaten Kota.
BACA JUGA: Duka sangat Mendalam Yasonna, Kenang Syekh Ali Jaber
-
Demikian pun senada disampaikan oleh Nurhayati Telaumbanua, SPd.MM. selaku Kepala Dinas Pendidikan Nias Selatan pada (15/01/2021). Dirinya mengatakan bahwasanya benar sejak kepemimpinan Hilarius Duha bisa dikatakan berhasil. “Semakin membaik. Dan sebelum Pak Hilarius Duha, Nias Selatan dari seluruh Kabupaten se Provinsi Sumatera Utara itu berada di 33. Sumatera Utara kan terdiri 33 Kabupaten Kota. Jadi paling terakhir. Setiap tahun itu meningkat terus. Pada 2019 itu sudah berada di posisi 16,” terangnya.
BACA JUGA: Amien Rais – Abdul Somad Berpeluang Pimpin FPI Versi Baru
-
Nurhayati pun menjelaskan ada beberapa indikator mempengaruhi. “Oleh karenanya dibenahi. Ada 8 standar pendidikan itu harus dipenuhi. Pelan – pelan kita membenahi itu. Walaupun memang belum terpenuhi semua,” terangnya. Indikator standar dimaksudkan adalah kompetensi lulusan, isi, proses, penilaian, pendidik, tenaga kependidikan, pengelolaan, sarana prasarana dan pembiayaan. Disamping itu, dibarengi juga dengan Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP). Sehingga pantas saja Hilarius Duha kembali terpilih dipilih oleh rakyatnya di Nias Selatan sebagai Bupati petahana bersama Firman Giawa. (Ayu Yulia Yang)