Kisah Mengharukan Dibalik Jatuhnya Sriwijaya Air

0
531

Jakarta, NAWACITAPOST – Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak dan diperkirakan jatuh diantara Pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu pada (9/1/2021) berjalan lancar. Pada (10/1/2021), sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan musibah pesawat Sriwijaya Air ditemukan. Barang bukti itu mulai dari serpihan pesawat, kabel, pecahan ban, tumpahan minyak, bagian tubuh, properti milik penumpang dan lainnya. Kotak hitam atau black box yang diduga milik pesawat rute Jakarta-Pontianak juga sudah ditemukan lokasinya. Informasi lokasi diduga black box ditemukan datang dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Tapi rupanya ada kisah mengharukan dibalik jatuhnya Sriwijaya Air.

Foto : Diduga Blackbox Sriwijaya SJ 182

Kisah Ratih Windania yang terbang bersama putrinya dan keluarganya bisa jadi paling mengharukan. Kisahnya masuk pemberitaan situs terkenal Inggris, Daily Mail. Betapa tidak, dia memposting foto selfie dengan ketiga anaknya tertawa saat keluarga naik ke pesawat. Dia berkata: ‘Bye bye family. Kami sedang menuju rumah sekarang. ‘ Pesan itu dikirim tepat sebelum mereka naik pesawat dari ibukota Indonesia. Kemudian ada postingan lain bertulis kata pulang. ‘Udah puas yah nak liburannya. Sekarang kita pulang.’ Anak yang dimaksud disini adalah Yumna Fanisyatuzahra. Penyelam dari Badan SAR Nasional (Basarnas) menemukan jaket warna pink. Jaket itu mirip dengan yang dipakai oleh Yumna.

Foto : Postingan Ratih Windania

Riyanto berangkat bersama kakaknya, Suyanto ke Jakarta menggunakan bus dari Terminal Pilangsari, Sragen. Sebelum berangkat, anak Riyanto yang masih berusia 1 tahun tidak memperbolehkannya pergi. ‘Tidak boleh berangkat. Dipegangi benar.’ Ernawati mengungkapkan pada (10/1/2021). “Tidak boleh berangkat. Anaknya nangis terus”. Riyanto kemudian menghibur sang anak lalu menidurkannya sebelum akhirnya berangkat bersama Suyanto. Lain lagi dengan kisah tentang Syifa Mila, selebgram asal Kalimantan Barat (Kalbar) yang turut jadi penumpang di pesawat Sriwijaya Air jatuh Sj182 tersebut.

Foto : Postingan Riyanto

Sang Selebgram dan MUA asal Kalbar, Syifa Mila, punya impian besar untuk sang ibunda. Emma Yusja, ibu kandung dari Syifa Mila, menceritakan bahwa buah hatinya itu mengungkapkan ada beberapa rencana dan impiannya yang belumlah tercapai. Satu diantaranya yakni impiannya untuk menghadirkan sebuah rumah terbaik untuk sang Ibunda. Selain itu juga tentang tekadnya membantu kuliah adik – adiknya. “Dia pernah bilang sabar ya ma masih banyak rencana yang Syifa yang belum tercapai seperti bikin rumah”. “Katanya enam bulan dia suruh saya menunggu ingin kumpulkan uang dan buat betulkan rumah. Dia juga ingin menyelesaikan kuliah adik-adiknya,” ujar Emma Yusja menceritakan tentang buah hatinya itu.

Foto : Selebgram Syifa Mila

Dia menceriakan, saat keberangkatan sang putrinya ke Jakarta dengan rencana pulangnya sudah membeli tiket menggunakan pesawat Nam Air pagi pukul 07.00 WIB. Namun keberangkatan dialihkan menggunakan pesawat Sriwijaya. “Jadi ada keluarga saya yang dekat rumah bertanya apakah Syifa (Syifa Mila) ke Jakarta terus menggunakan pesawat apa .Saya bilang bahwa saya tidak sempat bernanya karena di telpon tergesa – gesa. Keluarga saya bilang namanya Syifa terdaftar di Sriwijaya yang hilang kontak tersebut. Seharusnya Syifa pulang ke Pontianak menggunakan Nam Air yang pagi karena mau mengejar ke Singkawang. Karena ada kerjaan. Tau – taunya dicancel digabungkan ke pesawat Sriwijaya,” ungkap Emma.

Foto : Yaman Zai, Suami Korban Kecelakaan Sriwijaya Air

Berikutnya Yaman Zai, pria asal dan berdarah Nias menangis histeris ketiga mendengar kabar istri dan ketiga anaknya harus menjadi korban kecelakaan nahas Sriwijaya Air. Yaman mengatakan, istri dan ketiga anaknya merupakan penumpang di pesawat yang lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. Keempatnya datang ke Pontianak hendak berlibur. Anaknya yang baru lahir beberapa bulan lalu pun ikut menjadi penumpang di pesawat yang belum diketahui keberadaannya. “Tadi terakhir kontak saya setengah 2 siang tadi, mereka (istri dan anak) sudah di bandara, makanya saya tunggu – tunggu. Palingkan biasa satu jam sudah sampai, tapi ditunggu tidak datang, ditelepon tidak aktif. Istri saya, lalu tiga anak saya jadi penumpang. Saya itu bekerja setahun lebih di sini, mereka mau kesini mau liburan,” ungkapnya.

Foto : Chat istri Ocky Bisma

Tidak demikian dengan calon penumpang satu ini, selamat dari peristiwa nahas Sriwijaya Air setelah batal ikut terbang. Adalah Rachmawati, Pegawai Kemenag RI yang juga Qoriah Internasional, warga Mempawah, Kalbar batal terbang ke Pontianak pada (9/1/2021). Sejatinya adalah penumpang nahas itu. Namun karena surat keterangan PCR Swabnya belum jadi maka dia batal menumpang pesawat tersebut. “Sebenarnya saya akan berangkat menggunakan pesawat tersebut. Tetapi karena menunggu hasil PCR Swabyang baru hari ini keluar, jadi batal ikut pesawat itu. Karena PCR Swab baru keluar tadi, akhirnya saya jadinya berangkat menggunakan pesawat air Asia”.

Foto : Postingan Pilot Captain Afwan

Namun, kisah pilot dan co-pilot yang tak kalah mengharukan. Pilot pesawat Sriwijaya Air, Kapten Afwan, tergesa – gesa berangkat. Bajunya tidak disetrika seperti biasanya. “Semalam istrinya cerita bahwa ini adalah kali pertama dalam 15 tahun, Da Aan pergi tergesa – gesa dan tanpa ada disetrika bajunya. Biasanya setiap kali mendarat Da Aan selalu menelepon istrinya. Namun kali ini tidak, hingga waktu landing (mendarat) tiba ternyata tidak ada kabar dari Da Aan hingga sekarang,” kata keponakan Kapten Afwan, Muhammad Akbar, saat dihubungi dari Jakarta, pada (10/1/2021).

Foto : Co-Pilot Diego Mamahit

Sementara berbeda cerita dari Co-Pilotnya. Co Pilot pesawat Diego Enrile Mamahit dikabarkan mengubah jadwal penerbangannya demi bisa masuk gereja pagi. Dia semestinya tidak berada di pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Karena sebenarnya mendapat jadwal flight ke Belitung malam hari. Hal tersebut diungkapkan oleh pamannya, Pierre Patrick Pangemanan. Menurut Pierre, mengingat bahwa flight ke Belitung itu malam, maka Diego mengambil flight pukul 14.00 WIB atau Flight Sriwijaya Air SJ 182 tersebut. Agar bisa pulang cepat. “Dia (Diego) niatnya mau cepat pulang. Supaya besok bisa masuk gereja pagi. Kalau dia ambil flight malam ke Belitung, otomatis dia sudah tidak bisa pulang karena sudah tidak ada flight,” katanya, pada (9/1/2021).

Foto : Postingan Ocky Bisma

Dari deretan nama penumpang, Ocky Bisma menjadi salah satunya. Dia merupakan pramugara dalam penerbangan tersebut. Rupanya, dia sempat mengunggah foto sang istri di akun sosial medianya. Foto tersebut memperlihatkan sang istri tengah duduk sendiri di pantai. “👱‍♀️ : pih, fotoin aku dong.. 🧔 : yaudah ayoo, ckrekkkk 📸,” tulisnya dalam keterangan foto. Demikian juga cerita ekstra kru, Co-Pilot Fadly Satrianto. Pada akhir Desember 2020 lalu. “Saat itu, Beliau (Fadly) mengajak tiga generasi keluarga yang isinya cowok semua untuk berfoto bersama. Jadi Beliau ini naik Sriwijaya dengan tujuan ke Pontianak untuk misi mengendarai pesawat lain dengan tujuan lain,” kata Juan Setiadi Zenniko, kakak tertuanya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Amien Rais – Abdul Somad Berpeluang Pimpin FPI Versi Baru