Yasonna Laoly Terima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik 2020, Tegaskan Komitmen Pelayanan HAM dan Kepentingan Masyarakat

0
336
Foto : MenPANRB Tjahjo Kumolo dan Menkumham Yasonna

Jakarta, NAWACITAPOST – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menegaskan komitmen di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Yang mana merupakan kementerian yang dipimpinnya. Yaitu untuk terus melayani pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) dan kepentingan masyarakat. Hal tersebut  disampaikan Yasonna usai menerima penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dari  Kementerian  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) di Gedung Tribrata, Jakarta, pada (25/11/2020).

Foto : Menkumham Yasonna dan jajarannya

“Tentu kami berterima kasih kepada KemenPANRB atas terpilihnya kami sebagai salah satu penerima Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020. Perubahan zaman, apalagi  ditambah  dengan tekanan besar akibat pandemi Covid 19 seperti sekarang, harus disiasati  dengan  inovasi demi inovasi demi melancarkan pelaksanaan tugas dan fungsi  kami di Kementerian Hukum dan HAM. Semoga penghargaan ini menjadi pelecut bagi seluruh jajaran Kemenkumham untuk terus berinovasi demi meningkatkan pelayanan kepada publik,” tutur Yasonna.

BACA JUGA: Habib Rizieq Shihab Terancam Ditetapkan Tersangka, Gubernur Anies Menyusul?

Adapun inovasi Kemenkumham yang diganjar dengan penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020. Tak lain lewat pendirian pos pengaduan HAM di 50 denominasi gereja di  Manokwari, Papua Barat, pada akhir Juli silam. Pos pengaduan HAM tersebut merupakan kerja sama Kanwil Kemenkumham Papua Barat dengan Persekutuan Gereja Papua Provinsi Papua Barat (PGGP PB).  Lewat kerjasama tersebut, maka para pendeta, pastor, dan kepala suku mendapat pelatihan dari para legal yang difasilitasi Kemenkumham Papua Barat. Para pastor dan pendeta inilah yang diharapkan dapat turut melayani jemaat yang mengalami persoalan terkait HAM dalam kehidupannya.

Foto : Menkumham Yasonna dan jajarannya

Yasonna menyebut penghargaan terkait pendirian pos pelayanan HAM di 50 denominasi  gereja  di Manokwari tersebut dapat dilihat  sebagai penegasan atas komitmen  pemerintah. Uatamanya terkait pemenuhan HAM masyarakat, termasuk di Papua. “Kementerian Hukum dan HAM punya komitmen tinggi terkait upaya pemenuhan HAM, termasuk untuk saudara – saudara kita yang tinggal di Papua. Karenanya apresiasi  yang kami terima atas inovasi ini pun bisa dilihat sebagai komitmen pemerintah secara  keseluruhan  untuk  menjamin bahwa seluruh warga negara Indonesia terpenuhi dengan ideal,” katanya.

BACA JUGA: Tommy Sumardi Bantah Bawa Nama Azis Syamsuddin dan Kabareskrim Listyo Sigit Waktu Ketemu Napoleon

Sebagaimana diketahui, hari ini KemenPANRB menyerahkan penghargaan pelayanan publik kepada sejumlah kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kota, pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, perusahaan swasta, hingga kelompok  masyarakat sipil. Acara  yang  dibuka secara virtual oleh Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin tersebut merupakan  puncak dari tiga kegiatan kompetisi pelayanan publik KemenPANRB. Ketiga kompetisi yang dimaksud ialah: Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2020, Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid 19 Tahun 2020, dan Kompetisi Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik Tahun 2020.

Foto : Yasonna Laoly Terima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik 2020, Tegaskan Komitmen Pelayanan HAM dan Kepentingan Masyarakat

Pos pengaduan HAM yang dibentuk Kemenkumham di 50 denominasi gereja di Papua Barat termasuk pada kategori pertama. Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 adalah penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali dihelat oleh Kementerian PANRB  pada 2014.  KIPP merupakan strategi kebijakan Kementerian PANRB dalam mendorong  penciptaan/pembentukan inovasi pelayanan public. Yang mana dilakukan instansi  pemerintah untuk mendorong gerakan One Agency One Innovation sebagai bagian dari pelaksanaan  reformasi  birokrasi. KIPP tahun 2020 sendiri dibagi menjadi tiga kelompok, yakni kelompok umum, kelompok replikasi, dan kelompok. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?