Berkedok Kerjasama, Diduga PT. CBS Kelabui Pemilik Lahan

0
522
Foto : Direktur PT. Crown Porcelain, H. Mochamat Tawakal, SH, MM

Jakarta, NAWACITAPOST – PT. Cakrawala Bumi Sejahtera (CBS) diduga melanggar kesepakatan awal terhadap pemilik lahan, PT. Crown Porcelain. Lahan yang dimaksud adalah Apartemen Terrace Mansion Point 8 yang berlokasi di jalan Daan Mogot km 14, Kalideres, Jakarta Barat. Hingga kemudian terjadi konflik diantara keduanya. Dikatakan oleh Direktur PT. Crown Porcelain, H. Mochamat Tawakal, SH, MM pada media 1 Oktober 2020 di Jakarta Barat. Memang awalnya tidak ada konflik. PT. CBS datang menawarkan kerjasama ke PT. Crown Porcelain. PT. Crown Porcelain hanyalah sebagai pemilik lahan. PT. CBS menawarkan proposal kerjasama yang mana berjanji lahan akan dibayar ditambah dengan keuntungan. Setelah itu, PT. Crown Porcelain merasa tertarik dengan proposal yang diajukan. Membuat KSO (Kerjasama Operasi) yang didalamnya ada pula Surat Perjanjian Kerjasama dengan PT. CBS. Tidak ada Surat Perjanjian Kerjasama dengan konsumen. Pasalnya memang status sebagai pihak PT. Crown Porcelain hanya yang mengetahui saja. Bukanlah sebagai eksekutor atau menjual atau membangun. Namun memang ada point tersendiri, harus ada rekening bersama. Tapi dalam perjalanan justru berjalan sendiri tidak sesuai kesepakatan. Tidak membuat diskusi, koordinasi dan rekening bersama. Terutama dalam manajemen keuangan. Tidak ada pembayaran sejak 2013 hingga kini. Sepertinya kerjasama yang dilakukan hanya kedok PT. CBS. Nyatanya justru mengelabui pemilik lahan.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Kondisi lahan yang dimaksud

Dilanjutkannya. Pada 2013 PT. Crown Porcelain sudah melakukan somasi ke PT. CBS. Tujuannya untuk memperbaiki hubungan yang terasa semakin memburuk. Ya dibilang jalan musyawarah. Agar tidak berimbas kepada pihak ketiga. Disayangkan, hasilnya nihil. Sepertinya memang tidak ada etikad baik dari PT. CBS. Diabaikan begitu saja somasinya. Didiamkan sampai 2019. Pada September 2019, PT. Crown Porcelain mencoba mengambil keputusan seluruh manajemen. Melanjutkan prosesnya ke proses hukum. Kini melekat status diduga sudah menjadi tersangka. Sedang menanti P21 dari pihak Polda Metro Jaya. Yang mana kelanjutan dari pelaporan bernomor LP/6033/IX/2019/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 24 September 2019. Kemudian muncul permasalahan di PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang). Namun disini posisi PT. Crown Porcelain hanyalah pemilik lahan. Tidak layak dijadikan termohon 1 PKPU. Statusnya pun belum dibayar oleh PT. CBS. Bagusnya jadi pemohon bukan termohon. Lantaran juga merasa jadi korban. Yang mana notabene kerugian yang dialami sudah lebih besar dibandingkan dengan kerugian konsumen. Dari pihak manajemen akan berjuang keras dan bertindak secara hukum berkeadilan. Terlebih sebelumnya PT. Crown Porcelain mencoba cari jalan terbaik. Mencoba giring investor. Mungkin bisa menyelesaikan masalah agar tidak terlalu ribet. Namun tetap saja dianggap PT. Crown Porcelain juga pihak yang bersalah. Padahal, menjadi korban PT. CBS juga yang mencoba win win solution kepada semua pihak.

BACA JUGA: Istana Rakyat Era Idealisman Dachi Senasib Hambalang Era SBY

Lantas investor melakukan hold. Semuanya mau clear terlebih dahulu termasuk PKPU. Merasa kaget bisa masuk ke PKPU. Konsumen juga sudah tahu, PT. Crown Porcelain bersama konsumen menjadi korban sedari awal. Sudah coba melaporkan indikasi kebohongan pihak konsumen. Sudah jelas kan pihak ketiga, sudah berlawanan dengan UU (Undang – Undang) Perdata. Seakan – akan ada rekayasa. Menetralisirkan permasalahan sebagai strategi PT. CBS. Mencoba mempailitkan pihak PT. Crown Porcelain. Ditaksir kerugian yang dialami PT. Crown Porcelain menurut pihak keuangan mencapai ratusan miliar rupiah. Perbankan pun harus dibayarkan. Prosesnya memang agak lama. Memaklumi casenya sepertinya memang besar. Sebab disinyalir melibatkan PT. Bukopin juga. Pembuktian membutuhkan waktu. Sangat dipahami PT. Crown Porcelain. Berharap agar ada keadilan hukum selaku pemilik lahan yang belum dibayarkan kewajiban dari PT. CBS. Namun, tim Nawacitapost akan terus melakukan investigasi berkelanjutan untuk mengupas tuntas dugaan pelanggaran kesepakatan PT. CBS dengan PT. Crown Porcelain. Hingga berita diturunkan, Nawacitapost belum dapat waktu bertemu dengan PT. CBS. Nawacitapost pun akan melakukan investigas lanjutan ke Polda Metro Jaya untuk mengetahui sejauh mana proses penyelidikan dan penyidikan atas laporan PT. Crown Porcelain. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: AHY Bicara Kakek Penumpas PKI, Rekonsiliasi, Gantikan Jokowi?