BACA JUGA: PNS Melarat, Rezim Kejam Idealisman Dachi?
Foto : Menko PMK Muhadjir Effendy kunker ke kota Pekalongan
Menko PMK berkeliling ke sejumlah fasilitas kesehatan. Mulai dari Ruang Inap Pasien, Ruang ICU, hingga klinik Paru. Kepada awak media, Menko Muhadjir mengatakan. Kunjungannya ke RSUD Bendan untuk melihat sejauh mana layanan kesehatan rumah sakit. Terutama menyangkut penanganan penyakit prioritas seperti Tubercolosis (TBC), HIV dan Stunting. Pihaknya bersama Pemerintah Kota Pekalongan diskusi dengan Direktur Rumah Sakit (RSUD Bendan) terkait hal - hal yang diperlukan untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Pekalongan khususnya RSUD Bendan. Termasuk soal penanganan Covid 19. Khusus soal Covid 19, Menko PMK Muhadjir menaruh perhatian khusus kepada RSUD Bendan. Pasalnya, sarana dan prasarana rumah sakit pelat merah perlu ditingkatkan. Misalnya penambahan ventilator, ruang ICU dan jumlah ruang rawat pasien. Info dari pihak rumah sakit, baru ada 18 bed. Sementara pasien positif Covid 19 yang dirawat ada 22 orang. Tentu demikian jadi perhatian. Pihaknya pun memastikan akan segera melakukan koordinasi untuk membantu peningkatan layanan kesehatan di RSUD Bendan. Utamanya menyangkut penanganan kasus Covid 19.
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
-
RSUD Bendan saat ini memang terdapat Lab Biosafety (BSL) 2 baru untuk menguji spesimen Covid 19 pasien positif di Pekalongan dan sekitarnya. Hanya saja belum bisa beroperasi lantaran sejumlah keterbatasan. Salah satunya ketersediaan alat ektraksi otomatis dan reagen. Sedangkan alat tes PCR (Polymerase Chain Reaction) sudah ada dengan kemampuan hingga 94 spesimen. Kalau ektraksi manual memang tidak bisa cepat. Jumlah (spesimen) yang diuji juga terbatas. Jadi sementara belum jalan, RSUD Bendan Pekalongan harus mengirim sampelnya ke Semarang. Tentu butuh waktu lama karena harus antre dengan daerah lain. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Kementerian Kesehatan terkait hal ini. Sehingga nantinya laboratorium RSUD Bendan bisa maksimal dalam penanganan Covid 19. Terlebih karena tingkat kematian pasien Covid 19 di Pekalongan hampir 25 persen. Jadi harus dipercepat penambahan fasilitas kesehatannya. Memang sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ihwal penanganan Covid 19. Adalah menekan kasus penyebaran virus, kenaikan tingkat persentasi kesembuhan dan menurunkan tingkat kematian. Tentunya butuh sinergi semua pihak. Kuncinya ada di penguatan protokol kesehatan. Diantaranya penggunaan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta 3T. Dalam kesempatan, Menko PMK juga memberikan bantuan sebagai sinergi dengan Kementerian Kesehatan dan Baznas. Berupa 1 unit mobile ventilator, 3000 masker kain, 500 Masker medis N95, 30 set APD level 3 lengkap dan 50 hazmat. Bantuan berasal dari Kementerian Kesehatan dan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional). (Tim Humas Kemenko PMK, Ihti) (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Kota Batik Zona Merah, Menko PMK Muhadjir Tinjau Kesiapan Sarana Penunjang
-