Kota Batik Zona Merah, Menko PMK Muhadjir Tinjau Kesiapan Sarana Penunjang

0
223
Foto : Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Walikota Pekalongan Saelany Machfudz

Jakarta, NAWACITAPOST – Cukup mengejutkan, Kota Batik sebutan Kota Pekalongan kini masuk zona merah. Dimaksudkan menjadi daerah yang berisiko tinggi penyebaran virus Corona atau Covid 19. Zona merah ditetapkan oleh pusat. Tercatat sebagai penambahan kasus positif dalam sehari. Dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Slamet Budiyanto pada 27 September 2020. Kini harus menjadi perhatian serius. Jangan menganggap virus sepele. Sehingga mengabaikan protokol kesehatan. Dalam upaya percepatan pemutusan mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Pekalongan. Pihaknya terus melakukan tracking ke sejumlah keluarga pasien atau yang kontak erat dengan pasien. Pasien yang positif Covid 19 akan diisolasi secara mandiri. Namun masyarakat harus meningkatkan kesadaran disiplin protokol kesehatan.

BACA JUGA: Lunturnya Pengaruh Nama Soeharto dalam Perpolitikan Indonesia

Foto : Grafik Covid 19

Berdasarkan https://corona.pekalongankota.go.id hingga 28 September 2020 total kasus terkonfirmasi mencapai 159 kasus. Dengan rincian jumlah dirawat terkonfirmasi 22 orang, isolasi terkonfirmasi 39 orang, sembuh terkonfirmasi 80 orang, meninggal terkonfirmasi 17 orang, dirujuk terkonfirmasi 1 orang. Demikian terpantau sekaligus saat kunjungan kerja (kunker) Menko PMK Muhadjir Effendy bersama jajaran. Diantaranya Y.B. Satya Sananugraha (Sekretaris Kemenko PMK), Tubagus Ahmad Choesni (Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial), drg. Agus Suprapto (Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan), Ir. Aris Darmansyah Edisaputra (Staf Ahli Bidang Pemanfaatan Sumber Daya), Ghafur Akbar Dharmaputra (Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan), Didik Suhardi (Staf Ahli Bidang Transformasi Birokrasi), Machendra Setyo Atmaja (Staf Khusus Menko PMK), Dr. Rohman Budijanto (Staf Khusus Menko PMK), Deddy Hermawan (Staf Khusus Menko PMK) dan Prof. Dr. Ravik Karsidi (Staf Khusus Menko PMK).

BACA JUGA: PKI, Kebohongan Rezim Kejam Soeharto?

Foto : Grafik Covid 19

Kunker dimaksudkan untuk meninjau kesiapan beberapa sarana penunjang untuk pandemi Covid 19. Sementara pihak pemerintah kota Pekalongan dihadiri oleh walikota sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Covid 19 Kota Pekalongan, Saelany Machfudz didampingi ajudan Krisna. Saelany Machfudz menyampaikan pada 29 September 2020. Pemerintah Kota Pekalongan merasa sangat prihatin. Tentunya keprihatinan pun diiringi dengan melakukan beberapa langkah untuk mencegah bertambahnya korban Covid 19. Hal pertama dan utama yang dilakukan adalah tes swab massal pada tempat pelayanan. Dimulai dari Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Pekalongan dilanjutkan ke OPD. Kemudiain lebih memberikan himbauan kepada masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara berkesinambungan. Selanjutnya melakukan operasi masker secara lebih sering di banyak titik rawan penyebaran Covid 19. Semua akan dilakukan dan dipertegas dalam pelaksanaan peraturan Walikota Pekalongan no 48 tahun 202. Yakni tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019. Kunjungan kerja Menko PMK juga dilakukan ke kabupaten Pekalongan, kota Tegal dan kabupaten Brebes. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?