Lagi – Lagi Uang, Ikatan Notaris Indonesia (INI) Bila Perlu Dibubarkan

0
1050
Foto : Pengurus INI periode 2016 - 2019

Jakarta, NAWACITAPOST – Ikatan Notaris Indonesia (INI) nyaris tidak terdengar sisi negatifnya. Siapa sangka ternyata tidak sedikit mengeluhkan INI. Pihak yang tidak sejalan dengan INI diwakili Suriyanto pun pernah meminta pada 25 Juli 2020. Tak lain untuk mundurnya Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) INI. Demikian memang menyusul keluhan calon – calon notaris yang merasa dipersulit untuk menjadi notaris. Padahal, kini ada ribuan calon notaris tamatan S2 Magister Kenotariatan dari berbagai universitas se Indonesia. Terlebih memang banyak aturan – aturan INI yang dinilainya sangat menyulitkan calon – calon notaris. Yang tidak sesuai dengan Undang – Undang Jabatan Notaris (UUJN) no 2 tahun 2014 atas perubahan no 30 tahun 2004. Yakni tentang jabatan notaris. Terlebih sangat menyayangkan persoalan yang dihadapi para calon notaris. Kewenangan PP INI sudah melampaui batas. Setelah mendapatkan gelar M.Kn., para calon notaris harus ikut ujian pra ALB untuk menjadi ALB INI. Ujian pun bayar pakai uang. Setelahnya, daftar menjadi ALB INI bayar Rp 2,5 juta. Kemudian harus mengambil poin. Dulu setahun yang lalu aturan pertamanya 30 poin. Akan tetapi sekarang sudah menjadi 18 poin. Yang mana didapatkan dari seminar – seminar yang diadakan PP INI. Biaya untuk mengikuti seminar – seminar INI agar mendapatkan poin juga tidak murah. Biasanya dalam kurun waktu 6 bulan sekali, PP INI mengadakan seminar yang disebut upgrading. Ditujukan untuk bisa mengikuti upgrading, perorang dikenakan biaya yang tak kurang dari Rp 2 juta atau Rp 1,5 juta.

BACA JUGA: Dana Operasional ICW Didanai Rezim Orde Baru dan Amerika?

Foto : Suriyanto

Belum lagi para calon notaris harus punya ongkos menginap hotel dan sebagainya untuk bisa pergi ke seminar. Calon notaris yang mengikuti seminar yang diadakan PP INI akan mendapatkan 6 poin. Harus mengikuti dua kali upgrading. Belum lagi mengkuti seminar yang diadakan Pengurus Wilayah (Pengwil) INI untuk meraih 4 poin. Calon notaris harus mengikuti dua kali seminar. Selebihnya para calon notaris juga harus mengikuti seminar yang diadakan Pengurus Daerah (Pengda) INI. Harganya bervariasi juga. Materinya terkesan berulang. Poinnya ada atau tidak keterkaitan dengan penambahan ilmu dipertanyakan. Demikian dianggap sudah terlalu mengada – ada para calon notaris. Notabene bukan semua dari kalangan darah biru atau dengan kata lain banyak uang. Bahkan juga peran organisasi kepada anggota tidak signifikan. Urusan keorganisasian tidak prinsip melayani. Sebaliknya seperti pemegang kekuasaan atas nasib dalam menjalankan fungsi diutamakan kepentingannya. Diharapkan kepada pemerintah terutama Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Seyogyanya bisa INI dibubarkan saja. Lantaran tujuannya kurang jelas. Ada sebuah organisasi profesional yang sudah puluhan tahun berdiri kerjaannya menindas para calon notaris. Mengambil 18 atau 30 poin perlu mengeluarkan anggaran puluhan juta, sangat memberatkan. Ditambah calon notaris juga harus mengikuti magang selama 4 semester. Terdiri dari magang pertama, kedua, ketiga dan keempat secara bersama. Dimaksud sebagai persyaratan untuk ujian pengangkatan notaris. Semuanya lagi – lagi uang. Diperhitungkan bakal lebih dari Rp 50 juta. Ada pula ribuan calon notaris yang sekarang sudah mengeluh dengan aturan – aturan yang dibuat PP INI. Kemudian memberikan masukan kepada Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) harus sangat memperhatikan masalah pengangkatan calon notaris. Terutama menyetujui organisasinya. Bahwasanya kini sudah seperti ada penindasan dalam dunia pendidikan untuk bekerja menjadi kaum profesional. Agar tak lagi pungutan biaya tak jelas menjadi sangat dipertimbangkan. Bahkan kalau bisa dibubarkan saja. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?