Ketok Palu Tuhan, Permalukan Pembenci Ahok

0
599
Foto : Komisaris PT. Pertamina Ahok bersama Presiden Jokowi

Jakarta, NAWACITAPOST – Tak ada satupun yang bisa mengelak jika Tuhan sudah ketok palu. Tidak terkecuali pun kepada pembenci Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ahok dulu sempat berbicara bahwa akan membuktikan. Tak lain untuk orang – orang yang mendzolimi Ahok akan dipermalukan. Diantaranya Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Habib Riziq dan Zumi Zola. Ahmad Dhani menyatakan. Adalah orang pertama yang tidak suka sama Ahok. Dirinya menilai Ahok bukanlah memiliki karakter yang baik. Kemudian ada Ratna Sarumpaet. Ahok dianggap menyusahkan panggung rakyat. Lalu ada Zumi Zola. Merasa agama Islam sudah dinodai. Selanjutnya ada Habib Riziq. Meminta Ahok dipenjarakan. Lalu ada pula Habib Bahar. Menyatakan Ahok adalah musuh nyata. Diminta ustadz bersorban yang dukung Ahok untuk taubat. Lantas muncul Buni Yani mengakui bahwasanya transkripnya ada kekeliruan. Ada satu kata tidak dituliskan. Yaitu kata pakai. Semestinya kalimat Ahok, dibohongi pakai Surat Al Maidah bukan dibohongi surat Al Maidah. Sudah beda tafsirannya.

BACA JUGA: Sakit Parah Tak Kunjung Sembuh, Siapa Mau Bantu?

Foto : Komisaris PT. Pertamina Ahok bersama Menteri BUMN Erick Thohir

Waktu pun berbicara. Ahok sebenarnya terbukti tidak menistakan agama. Lantaran terbukti ada kata yang dihilangkan. Entah disengaja atau tidak. Lantas kemudian para pembenci Ahok menerima ganjarannya. Ahmad Dhani diketok palu pengadilan menjalani hukuman 1 tahun penjara. Lalu Ratna Sarumpaet dikenakan hukuman 2 tahun penjara. Lalu Zumi Zola dikenai sanksi pidana penjara 6 tahun. Sementara Habib Riziq terlilit banyak kasus. Dikenakan sebagai tersangka kasus dugaan pornografi. Namun justru kabur. Kemudian untuk Habib Bahar dipenjara selama 3 tahun. Buni Yani sendiri dikenakan penjara 1 tahun 6 bulan. Bahkan Ahok pun membuktikan. Ahok bebas dari penjara, langsung tak selang lama diangkat sebagai Komisaris. Yakni pada salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Pertamina oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi melalui Menteri BUMN Erick . pada awalnya Jokowi berharap pada dirinya untuk membantu mengawasi sejumlah perusahaan milik negara. Jokowi menceritakan rencananya membenahi masalah neraca perdagangan. Salah satu alat yang bisa dioptimalkan untuk menyelesaikan masalah adalah BUMN. Namun memang Ahok mengakui hanya sanggup menghandle satu perusahaan saja. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?