Kasubag Humas Kanwil Bali Kemenkumham Kurang Responsif dan Komunikatif ke Media

0
342
Foto : Jajaran Kanwil Bali Kemenkumham

Jakarta, NAWACITAPOST – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Bambang Rantam Sariwanto, menekankan. Pentingnya penguasaan TIK (Teknologi Informatika dan Komunikasi) di dalam pelaksanaan aktivitas kehumasan. Humas (hubungan masyarakat) harus bisa menjelaskan. Terutama mengenai kinerja pemerintah kepada masyarakat dan mampu mengelola informasi dengan baik. Sehingga perlu adanya perubahan. Humas harus menguasai media sosial (medsos) yang kini sudah berkembang luar biasa. Banyak kegiatan yang positif menjadi negative. Terlebih karena memang kemampuan untuk menjelaskan tidak bisa. Humas harus bisa mengelola komunikasi dengan wartawan secara baik. Karena disitulah komunikasi akan terwujud. Sehingga jarak yang terbatas dengan pimpinan bisa dijelaskan oleh humas. Pemberitaan dapat berubah permenit, bahkan perdetik pada medsos berbasis teknologi. Secara tidak langsung juga menuntut para pegawai di lingkungan Kemenkumham untuk semakin meningkatkan kemampuannya dalam menangani hal demikian. Seringnya berbagai pemberitaan tentang kinerja instansi pemerintah, baik yang bersifat positif maupun negatif di media massa. Maka disinilah fungsi humas sangat dibutuhkan. Khususnya dalam menangani berbagai pemberitaan negatif di media massa. Relasi yang baik dan harmonis antara humas dengan media massa harus selalu diupayakan dan dijaga kualitasnya.

BACA JUGA: Tangan Ahok Sapu Bersih Enyahkan Korupsi di Tubuh Pertamina

Foto : Kanwil Bali Kemenkumham

Tidak demikian dilakukan oleh kantor wilayah (kanwil) Bali Kemenkumham. Kepala sub bagian (kasubag) humasnya justru kurang responsive dan komunikatif. Terlebih terhadap media massa. Sepertinya sudah mengabaikan yang namanya instruksi dari atasan pusat. Sebut saja Surya. Dirinya sama sekali tidak bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Beberapa pesan hanya dibaca saja. Tidak memberi balasan apapun. Padahal komunikasi dan respon merupakan salah satu wujud terbentuknya kesepahaman. Apabila cara berkomunikasi dan respon demikian tentunya bisa saja berakibat gagalnya suatu kesepahaman. Sementara notabene Bali merupakan lokasi yang sangat strategis. Yang mana merupakan tempat wisatawan lokal, nasional dan asing luar negeri berdiam. Baik untuk menikmati liburan, berbisnis, berwisata, tinggal menetap dan sebagainya. Mungkin demikian tidak begitu terasa. Namun, akan mempengaruhi citra Kemenkumham di mata dunia. Salah satu saja orang mungkin tidak keberatan. Tapi lama kelamaan tentu akan menumpuk. Tinggal menunggu bom waktu saja. Citra yang sudah berusaha dibangun dengan luar biasa oleh pimpinan menjadi sia – sia. Lantaran satu kali saja berbuat buruk, yang akan diingat oleh orang lain adalah keburukannya. Bukanlah yang diingat kebaikannya. Efek panjangnya akan berimbas kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna. Bagaimanapun Kemenkumham kanwil Bali masih berada dibawah kepemimpinnannya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?