Jakarta, NAWACITAPOST – Salah satu pendukung PrabowoSandi sepertinya masih belum move on. Yaitu Natalius Pigai, kini telah menjabat menjadi salah satu aktivis Komnas Hak Asasi Manusia (HAM). Selalu nyinyir pemerintah. Dulunya merupakan pendukung dari pasangan Prabowo Sandi. Kemudian juga pernah digadang bakal maju menjadi menteri pada kabinet Joko WidodoJusuf Kalla (JokowiJK). Terasa memang sudah menjadi hobinya. Belum lama juga masih melontarkan kalimat nyinyiran terhadap pemerintah. Meminta pemerintah untuk bekerja lebih serius lagi menangani pandemi Covid 19. Gerak gerik pemerintah seperti presiden dan para menteri masa bodoh alias tidak mau dengar tv, baca koran, dengar rakyat, alias pembiaran. Menilai pula kebijakan pusat dan daerah kadang tak selaras. Hal demikian terlihat dari kepala daerah yang berjalan sendiri - sendiri. Diujarkan oleh Natalius Pigai kepada media pada 4 Agustus 2020.
Lalu juga serapan dana Covid 19 baru 13 persen (sekarang 20 persen). Terkait minimnya serapan anggaran, Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun pura - pura mengamuk dan mengancam melakukan reshuffle kabinet. Kematian akibat pembiaran adalah salah satu unsur utama pelanggaran HAM. Yakni human rights abused by omission. Rakyat sebagai pemegang hak (rights holder) berhak menuntut kompensasi kepada Presiden Jokowi dan kabinetnya. Hal ini penting agar pemerintah memiliki tanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Kalau tidak sanggup urus negara, sebaiknya Jokowi dan kabinetnya mundur. Diketahui angka kematian karena virus Corona baru atau Covid 19 di Indonesia lebih tinggi. Yaitu 0,8 persen dari kematian global. Lantas sebenarnya tujuan apa dibalik nyinyiran yang selalu dilontarkannya kepada pemerintah? (Ayu Yulia Yang)